Benarkah USG Terlalu Sering Bisa Membahayakan Janin?

Umumnya pemeriksaan USG ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan serta posisi janin yang sedang dikandung. Akan tetapi pada kenyataan masih banyak diantara calon ibu yang ragu menjalaninya. Apa Anda salah satu yang juga masih ragu? Yuk, cermati dulu apa benar USG beresiko bahaya bagi janin dalam kandungan.

Fakta Seputar USG yang Harus Anda Tahu
Untuk melakukan USG kehamilan biasanya menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang nanti akan diarahkan ke bagian perut Anda. Dimana alat tersebut kemudian akan menangkap kembali pantulan gelombang suara hingga membentuk sebuah tampilan grafis sebagai bentuk gambaran dari kandungan Anda. Selain itu, USG kehamilan ini juga bisa menunjukkan janin yang sedang dikandung, kantung ketuban, plasenta, dan ovarium, bahkan sebagian besar terjadinya kelainan juga bisa dilihat lewat USG kehamilan.

Memang hingga kini masih belum ada bukti yang kongkrit tentang USG bisa membahayakan bagi janin, apalagi jika dilakukan terlalu sering. Penelitian menunjukkan tak ada kaitannya antara USG dan berat badan bayi atau gangguan serta penyakit lain, seperti gangguan penglihatan, kanker, disleksia, dan lain sebagainya seperti yang jadi dugaan bagi sebagian orang.

Selain hal tersebut, peneliti juga telah menemukan, pasca bayi dilahirkan, tak ada perbedaan yang signifikan dari perkembangan syaraf atau pun kemampuan dalam berbahasa, berbicara, dan perilaku antara bayi yang hanya di USG sekali, dengan yang di USG berlaki – kali, bahkan hingga 5 kali ketika masih dalam kandungan.

Tetapi, ada kenaikan suhu di area tubuh yang dilakukan USG kehamilan sekitar 1 derajat celcius. Namun Anda tak perlu khawatir hal tersebut, sebab yang demikian ini tidak beresiko pada janin Anda. Karena menurut penelitian, kehamilan baru mungkin akan terpengaruh apabila terjadi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius. Yang harus Anda ingat di sini adalah janin sebetulnya mendapat perlindungan khusus dari carian ketuban yang nanti akan bantu lindungi agar janin tidak sampai terpapar panas. Dengan memastikan USG kehamilan, pemeriksaan ini biasanya berjalan cepat dan minim resiko.

Jadi, bisa dibilang secara umum manfaat yang akan didapatkan dari USG kehamilan jauh lebih besar daripada resiko yang mungkin saja terjadi. Untuk itu pemeriksaan USG kehamilan tetaplah dianjurkan selama kehamilan, khususnya untuk memantau kondisi kehamilan Anda secara bertahap, demi mempersiapkan rencana yang terbaik bagi kelahiran buah hati tercinta.

Biasanya dokter akan memberikan rekomendasi pemeriksaan USG kehamilan lebih sering apabila Anda mengandung anak kembar, Anda berusia lebih dari 35 tahun, adanya gangguan yang terdeteksi pada USG sebelumnya, terjadi komplikasi pada kehamilan Anda, pernah mempunyai janin meninggal saat dalam kandungan, pernah alami keguguran, dan menderita tekanan darah tinggi.

Jadi, apabila Anda sedang hamil, jangan pernah takut lagi untuk melakukan USG sesuai saran dokter. Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang benarkah USG terlalu sering bisa membahayakan janin. Semoga bermanfaat.

This page needs javascript enabled !