Mobil Tanpa Supir Google, Efektikah di Indonesia?

Google sudah bertahun-tahun mengembangkan aplikasi Mapnya yang dikenal dengan Google Map. Ternyata aplikasi tersebut juga kemudian disinkronisasikan untuk dapat dijalankan di dalam kendaraan dan tak menghilangkan kemungkinan untuk menjalankan kendaraan otomatis. Pengembangan mobil tanpa supir Google sendiri pun sudah mencapai purwarupa alias prototypenya. Beberapa prototype itupun sudah tersebar untuk berjalan tanpa pengemudi atau supir di jalanan bebas.

Ada beberapa mobil yang digunakan sebagai prototype atau purwarupa untuk mobil tanpa supir Google awalnya menggunakan mobil Lexus RX450h tipe SUV yang dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan Google. Namun kemudian Google memproduksi sendiri mobilnya yang kali ini lebih membulat dan hanya muat untuk dua orang saja.

Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah juga akan merasakan atau setidaknya melihat mobil tanpa supir Google di jalanan di Indonesia? Seertinya akan ada beberapa faktor yang belum memungkinkan kita akan melihat mobil canggih yang dikendalikan oleh komputer tersebut lalu lalang di jalanan Indonesia.

Alasan yang pertama mengapa kita tidak akan melihat mobil tanpa supir Google dalam waktu dekat adalah karena mobil tersebut merupakan mobil listrik. Indonesia sendiri belum memiliki ekosistem yang mampu mendukung keberadaan mobil listrik tersebut di Indonesia. Seperti yang paling utama adalah tempat pengisian tenaga terpadu. Sepertinya Indonesia sendiri juga akan lama untuk menikmati mobil listrik.

Alasan yang kedua dari ekosistem berkendara di Indonesia, masih sulit untuk memungkinkan mobil tanpa supir Google berlalu lalang disini karena banyak tempat yang belum tercover peta digital atau bahkan tidak sesuai dengan peta digital tersebut.

Selain masalah mobil listrik, alasan kedua yang mungkin kenapa mobil tanpa supir Google belum akan melaju dengan bebas di jalanan adalah karena kita belum memiliki perundang undangan untuk hal tersebut. Hal ini memang termasuk ekosistem yang mendukung keberadaan mobil tersebut. Bahkan di Amerika Serikat sekalipun hanya ada beberapa negara bagian yang sudah memiliki perundang undangan untuk masalah mobil tanpa pengemudi, salah satunya adalah California dimana Google melakukan uji cobanya.

Selanjutnya untuk alasan mengapa mobil tanpa supir Google akan lama berkunjung di Indonesia adalah karena mobil tersebut pun belum bebas dari masalah uji coba. Tercatat untuk mobil purwarupa Google sendiri sudah beberapa kali mengalami kecelakaan meski Google beralasan bahwa kecelakaan itu terjadi akibat pengendara lain.

Alasan yang terakhir mengapa mobil tanpa supir Google belum akan ada di Indonesia dalam waktu dekat adalah karena seperti yang kita ketahui jumlah mobil di Indonesia ini sangatlah banyak dan untuk mengandalkan mobil listrik yang sementara ini hanya bisa memacu kecepatannya hingga 40 KM per jam saja sepertinya masih sangat tidak dibutuhkan.

This page needs javascript enabled !