Kronologi Meninggalnya Bos Matahari, Hari Darmawan

Pada hari Sabtu (10/3/2018) lalu publik dikejutkan dengan berita kematian dari pengusaha yang dikenal sebagai pendiri salah satu retail terbesar di Indonesia yakni Matahari. Pendiri Matahari tersebut yakni Hari Darmawan (78) ditemukan meninggal dunia di Sungai Ciliwung. Sebelum ditemukan meninggal dunia, beliau sempat dikabarkan hilang dari kediamannya pada hari Jumat (9/3/2018). Awalnya banyak pihak menduga bahwa dari kronologi meninggalnya Bos Matahari tersebut adalah akibat kriminal. Namun pihak Kepolisian sendiri tidak menyebutkan adanya unsur kriminal pada kejadian ini. Pihak keluarga juga menolak adanya autopsi pada jenasah korban karena percaya tidak ada unsur kriminal dalam kejadian ini.

Kronologi meninggalnya Bos Matahari lebih jelasnya dijelaskan oleh saksi dimana korban pamit kepada stafnya untuk mengunjungi villa di dekat sungat pada Jumat malam. Namun, saat staf kembali untuk menemui korban, korban belum kembali. Keesokan harinya dilakukan penyisiran di daerah sungai dekat villa yang direncanakan untuk dikunjungi korban. Jenasah korban kemudian ditemukan diantara bebatuan. Jenasah korban terbawa arus sungai Ciliwung dengan bukti ada bekas luka benturan dikening korban. Jenasah korban disemayamkan di Bali mulai dan jenasah direncanakan akan dikremasikan pada Rabu pekan ini (14/3/2018).

Korban sendiri dikenal sebagai pengusaha yang banyak membuka usaha mulai dari bisnis retail, pariwisata yakni Taman Wisata Matahari yang terletak di Cisarua Bogor.

This page needs javascript enabled !