Ragam Jenis Jual Beli Online dengan Ketentuan Pajak yang Harus Anda Tahu

Februari 19, 2018, 6:00 pm

Beriwarta – Sudah hampir 3 tahun belakangan ini, bisnis online di Indonesia memang berkembang dengan sangat pesat. Terhitung dengan semakin canggihnya alat komunikasi berupa hadirnya smartphone android, sejak saat itu peminat belanja online semakin besar. Apalagi kini belanja dapat dilakukan dengan sangat mudah hanya dengan sekali tap di smartphone. Hal ini turut menjadi salah satu alasan berkembang pesatnya jual beli secara online di Indonesia.

Bahkan mungkin Anda adalah salah satu orang yang sangat setia dalam menjalankan jual beli online tersebut baik bertindak sebagai penjual atau pembeli. Namun Anda juga harus tahu satu hal bahwa jual beli online juga memiliki ketentuan pajak didalamnya. Berikut ragam jual beli online dengan ketentuan pajak yang melingkupinya dan perlu Anda tahu!

Jual Beli Online dengan Ketentuan Pajak
Tentu seperti yang kita tahu bahwa sejak tahun 2015 lalu pemerintah sudah memiliki serangkaian aturan terkait dengan jenis model pajak untuk e-commerce menindaklanjuti semakin gencarnya bisnis e-commerce di Indonesia. Untuk melakukan langkah identifikasi serta mengelompokkan jual beli online mana saja yang nantinya bisa dijadikan objek kena pajak memang pada awalnya Dirjen Pajak mengalami kesulitan dalam menetapkannya. Kemudian setelah menyusun berdasarkan beberapa kriteria, terdapat 4 model pajak e-commerce yang ditetapkan oleh pemerintah, diantaranya :

  • Online Marketplace
    Jenis e-commerce yang satu ini secara umum menyediakan tempat dalam hal situs online bagi pengguna internet untuk menjual produk atau barang tertentu secara online selayaknya sebuah toko namun terpajang secara online. Pada umumnya pihak online marketplace hanya bertindak sebagai fasilitator dengan beberapa peran lain semisal dalam urusan pembayaran antara penjual dan pembeli. Misalkan online marketplace yang ada di Indonesia dimana paling besar antara lain yaitu Bukalapak.com dan Tokopedia. Mereka sudah termasuk ke dalam kategori usaha yang dikenai pajak.
  • Classified ads
    Sesuai dengan namanya, situs ini merupakan sebuah platform bagi pengguna yang ingin memajang konten iklan baik dalam bentuk grafik, video, teks atau informasi secara tertulis. Karena hanya berbentuk iklan, maka tentu konsepnya juga lebih sederhana dibandingkan dengan bentuk online marketplace yang sebelumnya. Sebagai contoh adalah Olx.com yang tentu sudah sangat Anda kenal.
  • Daily deals
    Jenis jual beli online yang satu ini merupakan situs yang menawarkan bentuk jual beli secara tidak langsung. Melainkan melalui sistem voucher sebagai alat pembayarannya. Situs daily deals seperti ini memang harus diakui masih belum begitu booming di Indonesia akan tetapi eksistensinya sudah mulai tercium dan karena itu pihak Dirjen Pajak sudah mencoba melakukan klasifikasi. Situs semacam ini nantinya juga dapat diklasifikasikan sebagai salah satu jenis jual beli online dengan ketentuan pajak yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  • Online ritel
    Jenis yang terakhir adalah model pajak e-commerce online ritel. Tentu Anda sudah tahu seperti apa bentuk usaha ritel jadi secara sederhana konsep tersebut tinggal digeser dalam ranah online. Online ritel merupakan suatu model jual beli online yang menjajakan barang atau jasa dari sebuah penyedia menuju konsep yang lebih luas melalui jaringan online. Dimana nantinya produk yang dijual juga relatif beragam. Seperti contohnya yang dilakukan oleh Lazada, Elevenia atau sejenisnya yang sekarang sudah sangat eksis di Indonesia.

Itulah beragam jenis jual beli online dengan ketentuan pajak yang Anda harus tahu. Jika Anda merupakan salah satu orang yang tertarik untuk menjalankan bisnis diatas, maka jika ada kemungkinan bisnis Anda sukses besar akan dikenai dengan pajak.

Kategori: Bisnis Tags: