Mengetahui Besarnya Potensi Jalankan Bisnis E-Money di Indonesia

Salah satu industri bisnis yang saat ini sedang bersinar terang di Indonesia adalah bisnis E-Money. Bagaimana tidak? Setiap tahunnya diketahui bahwa transaksi masyarakat dengan menggunakan E-Money selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sampai saat ini saja sudah mencapai 476 juta dengan nilai transaksi yang mendapai 4,89 triliun rupiah sudah berhasil dilakukan dengan menggunakan E-Money.

Inilah yang kemudian menjadi penyebab cukup banyaknya pemain bisnis digital yang kemudian berusaha melirik pengembangan E-Money ini. Mulai dari pengembang aplikasi, pengembang game, industri transportasi dan yang lainnya juga banyak yang kepincut untuk menambah lini bisnis yang satu ini. Jika Anda juga salah satunya, mari kita simak lebih jauh tentang fakta semakin berkembangnya bisnis E-Money di Indonesia. Anda akan semakin yakin untuk memulai setelah mengetahui hal ini!

Fakta Bisnis E-Money di Indonesia

  • E-Money dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan
    Disampaikan oleh Asisten Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Susiati Dewi, sampai awal tahun 2018 ini jumlah uang elektronik yang beredar di masyarakat mencapai lebih dari 38 juta. Hal ini berarti bahwa setiap tahunnya penggunaan E-Money sudah masuk pada berbagai kebutuhan lain di luar gerai ritel offline dan juga online. Beberapa jenis kebutuhan lain yang sudah dapat diberikan fasilitas dengan memanfaatkan E-Money yaitu penyaluran bantuan sosial dimana penyaluran ini seringkali terwujud juga sebagai salah satu harapan dari kementerian sosial yang pada akhirnya dapat menyeser tak kurang dari 600 ribu orang di seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

    Dari pihak Bank Indonesia sendiri juga disebutkan bahwa dukungan juga sering diberikan dengan adanya peraturan baru tentang batas maksimal layanan keuangan digital yang ada di Indonesia. Jika sebelumnya batasnya hanya mencapai maksimal 5 juta saat ini konsumen bahkan bisa menggunakan fasilitas E-Money sampai dengan plafon 10 juta rupiah. Tentu hal ini juga menjadikan perkembangan yang sangat signifikan pada hadirnya E-Money ini.

  • E-Money berpotensi digunakan di bidang transportasi
    Bagi Anda yang tinggal di kawasan kota salah satunya di Jakarta tentu saja, pasti Anda sudah sangat umum memanfaatkan uang digital berbasis kartu yang digunakan dalam mengakses beberapa fasilitas umum. Salah satunya yaitu ketika Anda mengakses transportasi Transjakarta, atau commuter line Anda bisa melakukan pembayaran termasuk tol dengan menggunakan E-Money ini. Bahkan saat ini penggunaannya sudah semakin canggih dan meluas sehingga banyak warga yang mulai sudah menggunakannya dengan begitu banyak kemudahan yang ditawarkan.
  • Volume transaksi yang terus mengalami kenaikan
    Jika mengulas dari sisi angka, kita kembali ke era 2014 lalu. Di tahun 2014 lalu volume transaksi dengan menggunakan E-Money di Indonesia berada pada kisaran 203 juta rupiah. Angka ini pada kenyataannya naik sebesar 47,48 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kemudian di tahun 2015 angka tersebut kembali naik yaitu mencapai kisaran angka 535 juta dengan transaksi yang naik sekitar 163,35 persen. Yang juga tak kalah mencengangkan bahwa mengenai nominal transaksinya sendiri terus berputar di bisnis E-Money ini dan selalu mengalami peningkatan selanjutnya. Hal ini tentu juga turut menjadi bukti bahwa adanya suatu perkembangan yang cukup signifikan utamanya penggunaan E-Money dalam transaksi ritel yang saat ini masih lebih banyak juga didominasi oleh penggunaan uang tunai.

Itulah yang Anda harus tahu tentang E-Money di Indonesia. Semoga informasi yang kami berikan diatas menjadi informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang dunia bisnis yang semakin berkembang pesat di Indonesia.

This page needs javascript enabled !