Bali akan Bangun Bandara Terapung di Buleleng

Selain menjadi rumah bagi bandara internasional Ngurah Rai yang ada di Denpasar, nantinya Pulau Bali juga akan menjadi rumah bagi sebuah bandara internasional terapung yang rencananya akan dibangun di atas perairan pesisir Kecamatan Kubutabahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Wacana tersebut semakin didengungkan setelah Kamis kemarin ada sebuah laporan yang menyatakan bahwa sebuah investor asal Kanada telah mempresentasikan rencana induk mengenai pembangunan bandara dengan konsep terapung di tengah laut itu kepada Bupati Buleleng.

Sementara itu, I Made Mangku selaku perwakilan dari investor pun menyatakan bahwa menurut rencana, bandara tersebut akan dibangun di atas 1.400 hektar daerah reklamasi.Ia juga menambahkan bahwa bandara akan memiliki dua landasan pacu. Sebuah jembatan 125 meter juga akan dibangun untuk menghubungkan bandara ke daratan. Pembangunan bandara apung tersebut rencananya akan dibangun melalui tiga tahap, yang terdiri dari sekitar 300 hektar lahan untuk direklamasi, 900 hektar untuk pembangunan dua lajur landasan pacu, dan 200 hektar untuk lokasi bandara. Selain itu di daratan juga perlu sekitar 100 hektar lahan untuk pembangunan airport city.

Masih menurut I Made Mangku “Menurut rencana induk, bagian dari pantai akan direklamasi tetapi tidak akan diubah menjadi sebuah pulau dan air akan terus mengapung di bawah bandara, sebab kontruksi tersebut akan didukung oleh tiang pancang beton, “ungkapnya. Selain itu, ia juga menambahkan, bahwa proyek pembangunan bandara apung tersebut diperkirakan membutuhkan dana senilai 30 Triliun Rupiah, dan investor telah menyiapkan sekitar 80 persen dari total kebutuhan dana pembangunan bandara tersebut.

This page needs javascript enabled !