Sidang Komite AIPA ke-36 Terima Gagasan Politik Indonesia

Delegasi Indonesia mengajukan 4 usulan dalam sidang komisi bidang politik ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-36 yang dihelatkan di Kuala Lumpur. Dari 4 usulan tersebut, tiga di antaranya telah disepakati untuk menjadi fokus AIPA ke depan di bidang politik untuk wilayah ASEAN.Dalam Sidang AIPA yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur, Rabu (9/9/2015), negara Indonesia diwakili oleh 2 delegasi yaitu Indro Hananto Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar dan Muhammad Syafruddin dari Komisi I DPR RI Fraksi PAN.

Tiga poin yang ditawarkan itu, kata Indro, yang pertama menyangkut isu good governance untuk menuju tata pengelolaan pemerintahan yang lebih baik. Sedangkan yang kedua, soal money laundry. “Yang ketiga yaitu soal terorisme. diharapkan adanya kerja sama terutama dialog agama dan budayawan,” ujar Indro. Sementara dalam sidang komisi lainnya yang membahas soal ekonomi, negara Indonesia diwakilkan oleh Ketua Delegasi Parlemen Indonesia Wiryanti Sukamdani. Dua Hal yang diusulkan Indonesia menjadi dua dari tiga kesepakatan dalam sidang tersebut. “Dalam komite ekonomi tadi dibicarakan 3 resolusi. Pertama trade and industry, narrowing the gaps, dan yang ketiga bagaimana caranya melancarkan perekonomian di ASEAN,” kata Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP.

“Kami mengusulkan dua hal . Pertama soal time zone, Malaysia mengusulkan satu time zone, kita tidak setuju, karena negara kita sangat luas, dan hal ini akan menurunkan produktivitas, karenanya kita bikin 3 time zone. Kedua soal perdagangan antarnegara, karena Desember nanti free trade, investment dan skill movement,” imbuh Wiryanti.

This page needs javascript enabled !