Rupiah Melemah Bisa Pengaruhi Industri Otomotif

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika. Hingga saat ini sudah berada di angka Rp 13.500 dan memiliki potensi besar mencapai Rp 14.000. Dan hal ini memiliki dampak besar di dunia industri terutama di sektor otomotif.

Rupiah bisa mencapai angka Rp 14.000 dan bisa juga mencapai angka Rp 15.000 yang bisa digunakan untuk menaikkan harga. Tentu saja industri otomotif terkena pengaruhnya. Mitsubishi terus melakukan pembenahan di dunia operasional. Sama seperti pabrikan-pabrikan yang lain untuk menekan cost produksi yang bisa membengkak. Hal ini untuk menahan agar harga jual mobil tidak menanjak naik. Tentu saja sangat tidak mungkin untuk terus mempertahankan harga sekarang ini jika nilai tukar rupiah sudah menembus angka Rp 14.000. Praktis harga mobil juga ikut terkena imbasnya.

Jelas kerugian akan terjadi di pihak produsen jika tidak mengikuti fluktuasi nilai rupiah. Jika tidak menaikkan harga, para pabrikan otomotif akan kolaps. Akan tetapi dipercaya bahwa kondisi perekonomian Indonesia akan segera membaik. Hal ini disebabkan Indonesia mempunyai sumber daya alam dan juga populasi yang cukup besar sehingga bisa mendorong industri otomotif lebih berkembang.

Jika investasi yang bergerak di bidang infrastruktur berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, dipercaya tingkat ekonomi akan semakin membaik. Dan hal ini juga dipengaruhi dengan politik yang akan semakin stabil dan juga kepercayaan kepada pemerintah akan terus tumbuh. Dan pasar Indonesia sendiri juga cukup tinggi.

This page needs javascript enabled !