Ini Dia Daftar “9 Srikandi” yang Dipilih Jokowi untuk Tim Pansel KPK

Keputusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk memilih sembilan ahli yang semuanya adalah perempuan sebagai anggota dari tim panitia seleksi (pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi cukup banyak mendapat respons positif, bahkan sebagian dari mereka mengatakan bahwa langkah tersebut dapat mengembalikan kredibilitasnya. Langkah ini juga tampaknya menjadi respon Jokowi terhadap banyaknya kritik yang menuduhnya telah mengingkari janji kampanyenya untuk meningkatkan perang melawan korupsi, terutama setelah langkah kontroversialnya saat memilih Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, padahal BG sudah menjadi tersangka KPK untuk kasus korupsi sejak Januari yang lalu.

Presiden mengatakan, anggota tim pansel ini, berkisar dari latar belakang hukum, ekonomi dan manajemen, psikologi, sosiologi dan studi pemerintahan, yang memiliki integritas dan keahlian untuk memilih komisaris baru untuk KPK periode tahun 2015-2020. “Dengan kriteria ini (yang telah dipenuhi oleh anggota tim panitia seleksi), saya berharap komisaris yang akan memperkuat KPK nantinya dapat menciptakan sinergi dalam membangun sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Jokowi dalam konferensi pers pada Kamis pagi yang lalu.

Beberapa anggota dari tim pansel ini sudah ada yang cukup dikenal masyarakat, contohnya seperti ahli pencucian uang Yenti Garnasih, aktivis sekaligus ahli tata negara pemerintahan Natalia Subagyo, pakar hukum pidana dan HAM Hakristuti Hakrisnowo dan pakar hukum tata negara Enny Nurbaningsih. Selain itu ada juga ahli ekonomi dan fiskal Destry Damayanti, ahli psikologi SDM dan pendidikan Supra Wimbarti, ahli IT dan manajemen Betty Alisyahbana, sosiolog Meuthia Ganie-Rahman dan Diani Sadya Wati yang merupakan ahli di Bappenas.

This page needs javascript enabled !