Inspeksi Pasar Setelah Adanya Laporan Mengenai Beras Plastik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Bekasi mengerahkan para petugasnya untuk melakukan inspeksi pasar ke tujuh pasar tradisional yang ada di wilayah pengawasannya itu. Inspeksi pasar itu bertujuan untuk mengambil sample beras menyusul laporan mengenai dugaan akan adanya beras plastik yang dijual kepada masyarakat.

Menurut pernyataan Herbert Panjaitan, selaku Kepala Disperindag kota Bekasi, nantinya sample beras yang diambil oleh petugas itu akan dibawa ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan PT Sucofindo. Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan hasil test dari sample yang dibawa kesana sudah dapat diketahui setelah dua hingga tiga hari kemudian.

Dugaan mengenai adanya beras plastik yang dijual secara bebas ini bermula dari peristiwa yang dialami oleh seorang penjual bubur dari Kecamatan Mustika Jaya di Bekasi, bernama Dewi Septiani. Dewi mengunggah foto beras yang ia duga merupakan beras palsu itu di media sosial dan mengirim email ke BPOM. Menurut Dewi, beras yang ia masak saat itu hanya mengembang namun tidak berubah menjadi lunak seperti beras pada umumnya. Tidak hanya itu saja, kabarnya setelah mengkonsumsi beras ini, ia merasa mual dan pusing.

Penjual beras, yang diidentifikasi sebagai S, bersama-sama dengan empat karyawannya akhirnya harus ditangkap oleh Polisi Bantar Gebang sejak Selasa sore.

This page needs javascript enabled !