Pengungsi Rohingya Disambut dengan Hangat oleh Warga Aceh

Mulai dari menyelamatkan para pengungsi yang terombang-ambing di tengah laut hingga berusaha mendonasikan apa yang mereka punya untuk membantu para pengungsi putus asa yang melarikan diri dari negara mereka dan terdampar di Aceh, itulah yang selama beberapa hari ini dilakukan oleh masyarakat Aceh untuk para sesama muslim yang merupakan pengungsi Rohingya. Hal tersebut sangat terlihat kontras dengan penolakan yang para pengungsi tersebut terima dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara lainnya.

Sekitar 1.800 orang Rohingya dan manusia perahu Bangladesh telah mendarat di Aceh selama beberapa hari terakhir ini setelah mereka ditinggalkan oleh para penyelundup manusia ketika perjalanan perahu mereka ke Malaysia terganggu. Sedangkan ribuan pengungsi lainnya diperkirakan masih terombang-ambing di tengah lautan dengan bekal makanan dan minuman yang semakin menipis.

Ketika ditanya mengapa kebanyakan masyarakat mau menerima dengan tangan terbuka para pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan dekat daerah tempat tinggal mereka, salah satu warga Aceh bernama Cut Haya, mengatakan bahwa menurut sebagian besar masyarakat Aceh, ratusan pengungsi Rohingya yang kini ditempatkan dalam penampungan sementara ini sangat membutuhkan bantuan karena kondisi mereka terlihat sangat mengenaskan, dalam keadaan haus, kelaparan dan terabaikan. “Sebagai manusia, kita harus membantu para pengungsi ini, apalagi karena mereka ini adalah saudara dan saudari sesama Muslim” tutur mahasiswi yang baru berusia 18 tahun itu.

This page needs javascript enabled !