Syarat Pengajuan KPR dan Pentingnya Simulasi KPR Rumah

Simulasi KPR Rumah

Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer bagi setiap manusia. Rumah, sebagai salah satu tempat tinggal, merupakan kebutuhan yang penting bagi mereka yang sudah berkeluarga. Masa depan rumah tangga harus ditata sedini mungkin termasuk merencanakan kepemilikan rumah. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, rumah bisa juga dijadikan sebagai salah satu pilihan investasi kaum milenial.

Membeli rumah dengan cara tunai terkadang hanya berakhir pada tahap rencana. Hal ini terjadi karena harga properti yang seolah berlomba dengan penghasilan. Apalagi tiap hari harga properti kian naik dan makin jauh dari jangkauan. Namun, pilihan menunda hal tersebut juga bukan pilihan yang bagus.

Jika besarnya dana adalah hambatan untuk membeli rumah, maka baiknya memanfaatkan sistem Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR. Sistem ini menawarkan cara pembelian rumah dengan cara mencicil setiap bulannya selama kurun waktu tertentu. Hal ini memudahkan bagi yang berpenghasilan pas – pasan dan membuat rumah idaman tidak lagi jadi sebatas impian.

KPR adalah produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan kepada pembeli rumah dengan jaminan berupa rumah yang akan dibeli itu sendiri. KPR sendiri merupakan salah satu fasilitas dari perbankan yang memungkinkan pembelian rumah dengan lebih ringan. Kamu bisa mengajukan KPR di perbankan terpercaya dan mendapatkan rekomendasi untuk pembelian rumahmu.

Simulasi KPR

Sebelum masuk dalam proses simulasi KPR, perlu diketahui proses pengajuan KPR ada beberapa syarat sebagai berikut:

  1. WNI dan berdomisili di Indonesia.
  2. Karyawan tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun.
  3. Wiraswasta dengan pengalaman usaha minimal 3 tahun.
  4. Profesional dengan pengalaman praktek minimal 2 tahun.
  5. Usia pada saat pembiayaan diberikan adalah minimal 21 tahun dan maksimal usia pensiun untuk karyawan atau 65 tahun untuk wiraswasta dan profesional.
  6. Memiliki pendapatan bersih bulanan minimum sebesar Rp 6 s.d 8 juta untuk karyawan, wiraswasta, dan professional (informasi untuk pengajuan wilayah sekitar Jabodetabek).

Jika kamu telah memenuhi syarat – syarat untuk pengajuan KPR, selanjutnya kamu wajib untuk mengikuti langkah – langkah berikut untuk mengajukan KPR kepada badan perbankan.

  1. Pilih Rumah yang Ingin Dibeli
    Tahap awal untuk bisa memiliki rumah dengan KPR adalah dengan menentukan rumah mana yang ingin dibeli. Ada dua opsi yang bisa dilakukan. Pertama, mendatangi badan perbankan dan minta informasi seputar lokasi rumah yang tersedia untuk dilakukan KPR. Kedua, mencari sendiri rumah atau perumahan melalui berbagai sumber informasi seperti internet, media cetak, rekomendasi teman ataupun survey langsung. Direkomendasikan untuk mencari sejumlah pilihan rumah agar bisa dibandingkan harga dan fiturnya demi kemudahan proses KPR.
  2. Kumpulkan Informasi
    Setelah menemukan rumah yang ingin dibeli, kumpulkan informasi yang berkenaan dengan rumah tersebut. Tanyakan segala hal, seperti harga, uang muka, besar cicilan, besar tanda jadi dan lain sebagainya. Untuk mengetahui besar cicilan yang harus dibayarkan, bisa menggunakan simulasi KPR di berbagai website.  Sebagai contoh , berikut adalah salah satu contoh simulasi KPR di Maybank:

    Hal lain yang mungkin bisa ditanyakan adalah fasilitas, denah dan desain rumah, lama bangunan tersebut. Jika rumah tersebut baru dibangun, bisa tanyakan tentang waktu lamanya rumah tersebut dibangun. Tentu saja jangan lupa tanyakan tentang proses KPR rumah tersebut nantinya.

  3. Bayar Tanda Jadi
    Tanda jadi ini bisa dikatakan adalah tanda pemesanan atau booking. Jadi tanda jadi adalah bukti bahwa rumah atau kavling tersebut telah dipesan olehmu, sehingga nanti harganya tidak naik ataupun dibeli oleh orang lain. Masing – masing pengembang perumahan memiliki aturan berbeda – beda terkait tanda jadi ini. Ada sejumlah pengembang yang mengharuskan uang muka setelah beberapa waktu, ada yang membebaskannya tanpa batas waktu dan ada pula yang menghanguskan apabila tidak jadi memesan.
  4. Bayar Uang Muka KPR
    Setelah tanda jadi dibayarkan, selanjutnya yang harus dilakukan adalah membayar uang muka KPR. Beberapa pengembang menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Jika demikian, uang muka ini nantinya akan dikembalikan semisal ternyata KPR rumah pilihanmu ditolak oleh pihak perbankan.
  5. Ajukan KPR ke Pihak Perbankan
    Pada proses ini, umumnya pengembang perumahan rumahmu akan ikut membantu dalam proses pengajuan ke pihak perbankan yang sudah menjadi partnernya. Jika kamu memilih untuk mencari perbankan lain, maka kamu akan diminta untuk mengurus prosesnya sendiri.
This page needs javascript enabled !