Midsommar, Film Terseram 2019 Gagal Tayang di Indonesia Karena Gak Lulus Sensor

Midsommar, Film Terseram 2019 Gagal Tayang di Indonesia Karena Gak Lulus Sensor

Sayang sekali film horor terbaik di 2019, Midsommar gagal tayang di Indonesia. Tentu saja hal tersebut membuat penggemar film horor di Indonesia harus menelan kekecewaan yang mendalam, sebab memang ini bukanlah berita hoax semata. Midsommar benar – benar bisa bisa tayang di Indonesia. Feat Pictures telah mengumumkan melalui akun Twitter resminya, bahwa film horor yang disebut – sebut sebagai film paling seram di tahun 2019 tersebut tidak jadi tayang.

Midsommar, Film Terseram 2019 Gagal Tayang di Indonesia Karena Gak Lulus Sensor

Rencananya film Midsommar ini akan tayang di Indonesia pada tanggal 21 Agustus 2019 mendatang. Tetapi faktanya, film horor tersebut tidak jadi tayang. Hanya memberikan kabar bahwa Midsommar tidak jadi tayang dengan alasan tidak lulus sensor. Pihak Feat Pictures sampai sekarang bahkan tidak bisa memberikan tanggal pasti kapan Midsommar akan ditayangkan sebab diundur hingga waktu yang tak bisa ditentukan.

Sinopsis Midsommar, Film Terseram di Tahun 2019

Pihak Feat Pictures bahkan juga meminta maaf sebab satu daan hal lain, penayangan film horor yang berjudul Midsommar tanggal 21 Agustus 2019 dengan terpaksa harus dibatalkan dan diundur ke waktu yang belum bisa ditentukan kepastiannya. Jadi diharap bagi penggemar film horor Indonesia agar lebih bersabar lagi.

Sinopsis Midsommar, Film Terseram di Tahun 2019

Sinopsis Midsommar, Film Terseram di Tahun 2019

Diketahui bahwasannya film yang disebut – sebut sebagai film horor terseram di 2019 tersebut mengambil tempat atau lokasi syuting di Budapest, Hungaria. Dimana film ini mengkisahkan mengenai sekelompok anak muda yang lagi liburan ke Swedia. Tujuan dari liburan mereka tidak lain untuk melupakan sejenak pengalaman menyedihkan yang baru saja dialami oleh salah satu dari mereka.

Sinopsis Midsommar, Film Terseram di Tahun 2019

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengunjungi sebuah festival musim panas yang diadakan di sebuah desa terpencil. Yang mana festival tersebut hanya diselenggarakan di setiap 90 tahun sekali. Liburan yang menyenangkan tersebut seketika berubah menjadi sebuah kompetisi absurd di tangan salah seorang pemuja berhala. Film horor ini dibintangi oleh William Jackson Harper, Will Poulter, Jack Reynor, dan Vihelm Blomgern.

Perlu untuk diketahui juga bahwa sebelumnya film horor barat tersebut juga sudah ramai disebut terancam gagal tayang di Indonesia. Yang demikian tersebut karena warganet memprediksi akan ada banyak sekali adegan – adegan Midsommar yang belum tentu lulus sensor. Film yang berdurasi 140 menit tersebut memilikir ating ‘R’ untuk kekerasan ritualistik dan juga beberapa gambar – gambar yang cukup mengerikan, konten seksual yang cukup kuat, gambar – gambar vulgar, penggunaan obat – obatan terlarang, serta bahasa yang kasar dan mungkin saja mengganggu.

Midsommar sendiri adalah film horor terbaru, yang juga merupakan arahan sutradara terkenal yang bernama Ari Aster. Ari Aster sebelumnya cukup sukses menggarap film horor yang berjudul ‘Hereditary’ tahu 2018 kemarin. Ari Aster banyak sekali menerima pujian dari penonton juga kritikus melalui filmnya tersebut. Hereditary dianggap sebagai salah satu film terbaik yang mampu menggeser trend film genre horor sebab merupakan film horor tanpa adegan yang mencekam dan hantu yang seram. Meskipun demikian, ternyata Hereditary tetap tayang di Indonesia.

Tapi sangat disayangkan sekali ternyata film horor garapannya yang berikutnya gagal tayang di Indonesia. Banyak sekali ulasan positif yang dilayangkan untuk film horor ini sejak ditayangkan di Amerika Serikat pada tanggal 3 Juli 2019 kemarin. Kebanyakan warganet terkaget – kaget dengan film tersebut yang ternyata cukup sukses membuat penontonnya trauma akan kehororannya. Meksipun pada dasarnya film ini ditayangkan tidak seperti film horor biasanya.

Nah, itulah tadi beberapa informasi yang bisa kami bagikan tentang Midsommar, film terseram 2019 gagal tayang di Indonesia karena gak lulus sensor.

This page needs javascript enabled !