Dianggap Singgung Salib, Ustadz Abdul Somad Dilaporkan ke Polda NTT oleh 2 Ormas Katolik

Dianggap Singgung Salib, Ustadz Abdul Somad Dilaporkan ke Polda NTT oleh 2 Ormas Katolik

Baru – baru ini media sosial tengah digegerkan oleh video ceramah Ustadz Abdul Somad. Dimana dalam ceramahnya tersebut Ustadz Abdul Somad atau yang dikenal dengan sebutan ‘UAS’ ini menyinggung mengenai simbol agama Kristen dan Katolik yang saat ini lagi viral.

Sejak dibagikannya video ceramahnya tersebut oleh akun Twitter @P3nj314j4h, ternyata video tersebut langsung menuai banyak sekali komentar dan bahkan telah diretweet lebih dari 1.900 kali. Akibat isi ceramahnya tersebut akhirnya Ustadz Abdul Somad dilaporkan ke Polda NTT (Nusa Tenggara Timur) oleh 2 ormas Katolik.

Khotbah Ustadz Abdul Somad Membuatnya Dilaporkan ke Polda NTT

Khotbah Ustadz Abdul Somad Membuatnya Dilaporkan ke Polda NTT

Video yang lagi viral menayangkan ceramah Ustadz Abdul Somad soal hukum melihat salib seperti biasa setelah mendapatkan pertanyaan dari catatan di selembaran kertas. Pertanyaannya tersebut seperti berikut, ‘Apa sebabnya, Ustadz, kalau saya menengok salid, menggigil hati saya? Setan’, kata Ustadz Abdul Somad.

Beliau mengatakan bahwa salid di diami jin kafir sebab patung yang tergantung disana. Begitu pula simbol palang merah di ambulans, beliau juga menyebutnya sebagai lambang kafir. Memang sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti dimana lokasi dan waktu ceramah Ustadz Abdul Somad dalam video tersebut, tetapi yang pasti ada banyak warganet yang tidak berkenan dengannya.

Bahkan Birgaldo Sinaga, selaku politikus Partai Nasdem ikut memberikan komentar untuk Ustadz Abdul Somad di akun Instagram dan Facebook. Lewat catatan yang cukup panjang tersebut, ia menerangkan bahwasannya hinaan dari Ustadz Abdul Somad tidak memiliki pengaruh apapun terhadap keagungan Tuhan yang dipercayainya.

Khotbah Ustadz Abdul Somad Membuatnya Dilaporkan ke Polda NTT

Tetapi meskipun demikian, ia tetap dibuat sangat resah atas sikap intoleransi yang ditunjukkan Ustadz Abdul Somad melalui ceramahnya tersebut soal salib. Birgaldo Sinaga berkata bahwa sikap yang dilakukan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya merupakan bibit terorisme, sehingga ia mendesak negara agar segera bertindak. Negara harus segera hadir untuk selesaikan ucapan penghinaan dan ujar kebencian Ustadz Abdul Somad.

Salah satu hal yang membuat sesama anak bangsa miris dan bersedih adalah ucapan Ustadz Abdul Somad tersebut akan menyemai bibit kebencian baru di negara ini. Perbedaan sebagai rahmat Ilahi dijadikan sebagai musuh yang harus dijauhi dan dimusuhi. Keberagaman sebagai keniscayaan telah dianggapnya sebagai sesuatu yang aneh. Tidak akan ada lagi saling menghargai dan saling melengkapi.

Seperti yang kita tahu bersama bahwa terorisme berawal dari intoleransi. Pada saat seseorang intoleran tersebut akan berubah jadi radikal. Intoleransi berawal dari penolakan pada nilai – nolai pluralisme. Penolakan ini berawal dari paham yang menilai orang di luar kelompoknya adalah sesat, salah, pendosa, setan, kafir, iblis, orang jahat, dan lain sebagainya.

Lalu dititik tertentu apabila hal tersebut terus dibiarkan hingga membesar, maka akan terjadi titik singgung yang saling bergesekan. Ibaratnya bara api dalam sekam, apabila dipadang sebelah mata maka akan membakar hubungan persaudaraan sesama anak bangsa. Makanya negara harus segera hadir dan menyelesaikan masalah yang sedang ramai di masyarakat ini.

Negara tentunya juga harus melihat apa yang telah diucapkan oleh Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya tersebut layaknya racun yang sedang menularkan virus – virus perongrongan di nilai negara kita. Nilai kebhinekaan tunggal ikan dan nilai persatuan Indonesia kita. Apabila hal ini dibiarkan dan didiamkan begitu saja, percaya atau tidak suatu saat nanti magma api kebencian dan intoleransi akan menjadi semakin besar, hingga ledakan dan letupan pun tak bisa terelakkan lagi terjadi di muka bumi ini.

This page needs javascript enabled !