Hari Raya Galungan dan Kuningan, Inilah Fakta Menariknya yang Harus Diketahui

Hari Raya Galungan dan Kuningan, Inilah Fakta Menariknya yang Harus Diketahui

Kira – kira apa yang Anda ketahui mengenai hari raya Galungan dan Kuningan? Pada dasarnya sampai pada hari ini umat Hindu yang ada di Pulau Bali tengah merayakan hari raya Galungan dan Kuningan. Jika menurutmu, seperti apa sih acara perayaan hari raya Galungan dan Kuningan di Bali? Mari simak fakta – fakta menariknya di sini.

Fakta Menarik Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali

Hari Raya Galungan dan Kuningan, Inilah Fakta Menariknya yang Harus Diketahui

Pada saat tiba hari raya Galungan dan Kuningan, pastinya seluruh masyarakat di Bali, khususnya yang beragama Hindu sedang merayakan hari raya tersebut. Pada dasarnya perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini sudah dilaksanakan sejak tanggal 22 Juli 2019 kemarin hingga tanggal 3 Agustus mendatang. Dalam perayaan hari raya Galungan dan Kuningan tentu saja ada beberapa ritual yang dilakukan.

Berikut ini ada fakta menarik mengenai hari raya Galungan dan Kuningan yang mungkin saja belum Anda ketahui sebelumnya. Simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Sejarah hari raya Galungan dan Kuningan

Galungan dan Kuningan sebetulnya merupakan perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Dimana pada saat itu diceritakan ada raksasa yang bernama Mayadenawa. Dimana raksasa tersebut melarang masyarakat untuk menyembah pada Dewa – Dewi, dan mengharuskan mereka untuk menyembah kepadanya.

Hingga akhirnya diutuslah Bhatara Indra untuk temui dan lenyapkan Mayadenawa. Nah, dari sinilah kemenangan menjumpai Bhatara Indra yang membawa kebaikan.

Makna hari raya Galungan dan Kuningan

Perayaan hari raya Galungan dan Kuningan yang dilakukan oleh umat Hindu yang ada di Bali ini dilakukan untuk merayakan kebaikan atas kejahatan. Hanya saja, perayaan hari raya Galungan dan Kuningan tersebut berbeda sebab Galungan dilakukan pada saat Dewa dan Jiwa leluhur turun ke muka bumi. Sementara itu untuk Kuningan sendiri dimaknai untuk mencapai peningkata spiritual dengan cara introspeksi diri.

Perayaan hari raya Galungan dan Kuningan

Perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini biasanya akan dilakukan di setiap 210 hari sekali. Dimana langkah tersebut dilakukan dengan cara melakukan perhitungan di kalender Bali, yakni pada hari Budha Kliwon Dungulan.

Hari Raya Galungan dan Kuningan, Inilah Fakta Menariknya yang Harus Diketahui

Sembahyang

Pada saat tiba hari raya Galungan dan Kuningan, maka semua umat Hindu di Bali khususnya akan melakukan persembahyangan di pura masing – masing, Mereka akan pakai pakaian adat dengan kain kamen.

Penjor

Pemandangan penjor biasanya akan mulai terlihat pada saat memasuki hari raya Galungan dan Kuningan. Dimana tiap – tiap rumah akan memasang penjor atau yang juga disebut dengan janur yang berisikan canang maupun persembahan.

Sembelih babi

Biasanya sebelum memasuki perayaan hari raya Galungan, umat Hindu akan melakukan penampahan atau yang disebut dengan menyembelih babi. Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud rasa syukur.

Silaturahmi

Hari Raya Galungan dan Kuningan, Inilah Fakta Menariknya yang Harus Diketahui

Tidak jauh berbeda seperti saat hari raya Idul Fitri atau lebaran, 1 hari setelah perayaan hari raya Galungan umat Hindu juga akan berkunjung ke rumah sanak saudara atau bersilaturahmi. Kegiatan tersebut juga dikenal dengan nama manis Galungan.

Kuningan

Lalu untuk perayaan hari raya Kuningan sendiri baru akan dilakukan 10 hari setelah hari raya Galungan. Dimana dalam perayaan tersebut umat Hindu biasanya akan berharap berkat dari Tuhan.

Nasi kuning

Selain itu dalam perayaan hari raya Kuningan ini umat Hindu biasanya juga membuat nasi kuning untuk disajikan sebagai persembahan. Harapannya, nasi kuning yang dibuatnya tersebut bisa membawa kemakmuran di hidupnya.

Sekolah libur

Selama hari raya Galungan dan Kuningan, biasanya sekolah – sekolah di Bali akan diliburkan selama 2 minggu. Dengan begitu, umat Hindu pun bisa beribadah dengan tenang.

Nah, itulah fakta menarik tentang hari raya Galungan dan Kuningan di Bali yang harus diketahui. Semoga bermanfaat.

This page needs javascript enabled !