Jonatan Christie Berpeluang Besar Ciptakan Sejarah Baru di ‘Indonesia Open 2019’

Jonatan Christie Berpeluang Besar Ciptakan Sejarah Baru di ‘Indonesia Open 2019’

Salah satu alasan kenapa pada akhirnya Jonatan Christie memiliki peluang besar untuk menciptakan sejarah baru di Indonesia Open 2019 adalah secara tidak terduga 6 raksasa tunggal putra bulu tangkis dunia tumbang sebelum sampai ke perempat final. Ini tentu menjadi kabar yang cukup menggembirakan sekali dan pastinya tidak boleh di sia – siakan begitu saja.

Namun demikian, untuk bisa jadi juara di Indonesia Open 2019 nanti, Jonatan Christie tetap harus berlatih lebih keras lagi. Karena pada dasarnya untuk jadi pemenang di dunia bulu tangkis ini bukanlah hal yang mudah.

Jonatan Christie Berpeluang Besar Ciptakan Sejarah Baru di ‘Indonesia Open 2019’

Jonatan Christie Berpeluang Besar Ciptakan Sejarah Baru di ‘Indonesia Open 2019’

Perlu untuk diketahui bahwa dari 8 unggulan di Indonesia Open 2019 saat ini, ternyata hanya menyisakan 2 unggulan yang tetap bertahan dengan baik, yakni Jonatan Christie sebagai unggulan 6 dan ada juga Chou Tien Chen sebagai unggulan 4. Lalu untuk sisanya lagi telah hengkang dari Istora Senayan.

Tentu saja tidak ada yang pernah menduga sebelumnya, 6 raksasa tunggal putra bulu tangkis yang diunggul – unggulkan tersebut tersingkirkan dari turnamen berhadiah total 1.250.00 dollar Amerika Serikat. Tetapi yang pasti hal tersebut diakibatkan oleh berbagai sebab, ada yang memang tumbang dihajar oleh lawannya, ada pula yang alami cidera pada saat permainan berlangsung.

Jonatan Christie Berpeluang Besar Ciptakan Sejarah Baru di ‘Indonesia Open 2019’

Untuk unggulan 1 tunggal putra pada turnamen BWF Super 1000 ini berhasil dipegang sang juara dunia, yakni Kento Momota. Akan tetapi untuk pemegang ranking 1 dunia itu secara mengejutkan publik kalah di tangan pemain muda asal China yang bernama Huang Yuxiang di babak 16 besar. Lalu untuk unggulan yang kedua sendiri adalah rangking 2 dunia, yakni Shi Yuqi yang alami nasib buruk. Bagaimana tidak, ia telah gagal ke perempat final setelah alami cidera prah pada saat berhadapan dengan Anders Antonsen.

Shi Yuqi terserang cidera di permainan pertama pada saat pertandingan baru berlangsung di 12 menit. Shi Yuqi terkapar di lapangan setelah ia berusaha menggapai bola silang dari Anders Antonsen. Sementara itu untuk unggulan 3 sendiri adalah juara dunia tahun 2017, yakni Viktor Axelsen yang sudah meninggalkan Indonesia Open 2019 sejak 2 hari sebelum turnamen tersebut di gelar. Alasan kenapa pada akhirnya Viktor Axelsen mundur dari Indonesia Open 2019 adalah karena alami cidera pada saat latihan.

Sementara itu untuk unggulan bernama Chen Long sendiri juga alami kegagalan untuk mendapatkan tiket menuju ke perempat final. Juara Olimpiade Rio 2019 tersebut secara mengejutkan kalah oleh pemain muda asal Malaysia, yakni Lee Zii Jia. Dan nasib yang sama dialami oleh unggulan 7 yang bernama Anthony Sinisuka Ginting. Ia adalah juara China Open 2018 Super 1000 yang dikalahkan oleh pemain asal Thailand, Kantaphon Wangcharoen di babak 16 besar.

Begitu pun dengan unggulan 8 yang bernama Kidambi Srikanth. Pemain asal India ini ternyata juga babak belur dihajar pebulu tangkis asal Hongkong, NG Ka Long Angus. Apabila melihat kejadian tersebut, di atas kertas tentu Jojo dengan Chou yang kini bisa merebut tahta juara yang sudah lepas dari tangan Kento Momota.

Peluang untuk bisa jadi juara di Indonesia Open 2019 dipastikan akan semakin besar apabila bisa kalahkan Chou Tien Chen di Istora. Tapi jika pada kenyataannya Jojo kalah, maka yang terjadi malah sebaliknya, Chou yang semakin memperlebar peluang menciptakan sejarah tunggal putra Taiwan pertama yang berhasil jadi juara di Indonesia Open 2019.

Penting juga untuk Anda tahu, Indonesia pada dasarnya sudah cukup lama tidak lagi menguasai gelar juara tunggal putra Indonesia Open. Tahun 2012 adalah tahun terakhir gelar juara didapatkan lewat Simon Santoso.

This page needs javascript enabled !