Bibimbap, Nasi Campur ala Negeri Ginseng

Meskipun demam Korea yang melanda masyarakat Indonesia, perlahan-lahan mulai meredup namun bagi sebagian orang segala hal yang berhubungan dengan negeri ginseng itu masih menarik untuk diikuti tidak hanya drama atau musiknya saja namun juga makanan khas dari Korea Selatan. Oleh karena itu, tak mengherankan bila kini khususnya di kota-kota besar, cukup menjamur restoran-restoran yang menyajikan hidangan Korea. Ada berbagai jenis kuliner khas Korea yang ditawarkan oleh restoran-restoran tersebut, mulai dari camilan khas Korea yang dikenal dengan nama ddeokpeokki hingga es serut kacang merah ala Korea yang disebut patbingsu.

Diantara sekian banyak kuliner khas Korea yang digemari masyarakat Indonesia, ada satu jenis makanan yang sering-sering disebut sebagai nasi campur ala Korea. Ya, bila anda penggemar serial drama Korea, pastilah pernah melihat ada salah satu adegan dalam drama tersebut yang pemerannya sedang makan nasi putih yang dicampur beragam sayur dan lauk serta saus merah khas Korea yang disebut dengan gochujang.

Nasi campur ala Korea itu dikenal dengan nama Bibimbap. Dalam bahasa Korea, Bibim artinya “campur” dan bap artinya “nasi” sehingga bila diterjemahkan secara harfiah arti dari Bibimbap memang adalah nasi campur. Berbeda dengan nasi campur ala Indonesia yang disajikan di atas piring, di restoran yang menyajikan hidangan Korea biasanya Bibimbap disajikan di dalam mangkok yang terbuat dari tanah liat atau batu yang dipanaskan, sehingga membuat nasi yang ada di dalam mangkok tersebut tetap hangat saat dinikmati. Di atas nasi barulah diberi aneka ragam topping, mulai dari berbagai jenis sayuran yang biasanya terdiri dari tauge, timun, lobak, jamur shittake, wortel dan sebagainya hingga potongan daging serta untuk mempercantik tampilan dari nasi campur ala Korea itu, di tengah-tengahnya diberi telor mentah serta saus gochujang yang rasanya cukup pedas.

Cara penyajian yang unik itu juga harus dinikmati dengan cara yang unik pula, setelah nasi dan semua topping tersaji maka untuk memakan hidangan ini, anda harus mencampur semuanya menjadi satu, hal tersebut dilakukan tidak hanya untuk membuat telur mentahnya menjadi matang karena telah bercampur dengan nasi panas, namun juga agar semua lauk dan bumbu tercampur dengan rata, sehingga terasa lezat saat dinikmati.

This page needs javascript enabled !