Kelanjutan Isu Suap 1T Sandiaga

Kelanjutan Isu Suap 1T Sandiaga

Beriwarta – Sebelum akhirnya diputuskan bahwa Sandiaga Uno akan maju mendampingi Prabowo untuk maju ke Pilpres 2019, muncul isu dari Andi Arief kader Partai Demokrat, bahwa Sandiaga telah menyerahkan uang sebesar Rp. 500 M kepada masing-masing Partai yakni PAN serta PKS untuk melancarkan usahanya sebagai calon Cawapres untuk Prabowo. Namun, setelah beberapa waktu serta setelah Partai Demokrat akhirnya bergabung ke Koalisi Prabowo-Sandiaga, kelanjutan isu suap 1T Sandiaga juga perlahan menghilang.

Bawaslu atau Badan Pengawas Pemilu sendiri sebenarnya telah menerima laporan atas dugaan pelanggaran atas isu suap 1T tersebut dari Frits Bramy Daniel yang merupakan Waketum dari LSM Federasi Indonesia Bersatu pada 14 Agustus 2018 lalu. Namun, usaha untuk mencari kelanjutan isu suap 1T Sandiaga ini menjadi sulit karena kurangnya barang bukti dan juga saksi.

Kurangnya bukti sehingga kelanjutan isu suap 1T Sandiaga tidak dapat diproses ini juga diperberat dengan ketidakhadiran Andi Arief yang diajukan sebagai saksi di persidangan. Pengajuan 3 orang saksi tersebut tidak dihadiri oleh Andi Arief. Terhirung, Andi Arif telah dua kali absen dari panggilan untuk permintaan keterangan dari Bawaslu. Hal tersebut menjadipertimbangan bagi Bawaslu dalam laporan atas dugaan pelanggaran Pemilu tersebut.

Dalam keterangannya yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu, Abhan, menjelaskan bahwa ketidakhadiran Andi Arief setelah diundang oleh Bawaslu berakibat kelanjutan isu suap 1T Sandiaga ini tidak mendapatkan kejelasan. Pasalnya, Andi Arief, merupakan satu-satunya sumber informasi yang diketahui. Sedangkan dari pelapor maupun dari saksi lainnya, hanya menyampaikan atas dasar twit yang dipostkan oleh Andi Arief melalui akun twitternya.

Dengan demikian, kelanjutan isu suap 1T Sandiaga oleh Bawaslu dianggap tidak ada pelanggaran karena minimnya saksi dan barang bukti. Andi Arief sendiri menanggapi atas ditutupnya kasus atau isu suap 1T oleh Sandiaga Uno. Menurutnya, Bawaslu pemalas karena tidak bisa berinisiatif untuk mencari barang bukti lainnya. Meskipun demikian, Andi juga menghormati keputusan Bawaslu yang pada akhirnya menutup kasus tersebut.