Pollycarpus Dinyatakan Bebas Murni

Pollycarpus Dinyatakan Bebas Murni

Beriwarta – Pollycarpus Budihari Prijanto, salah satu tersangka kasus pembunuhan aktifis HAM, Munir, dinyatakan bebas murni hari ini. Sebelum Pollycaprus dinyatakan bebas murni, eks pilot Garuda ini divonis selama 14 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.  Namun, selama proses penahannya Pollycarpus sempat mendapatkan potongan masa tahanan selama 2 tahun.

Nama Pollycarpus mencuat sejak tanggal 7 September 2004. Pada hari itu, Pollycarpus tidak berada dalam tugasnya sebagai seorang pilot. Namun pada hari itu, Pollycarpus berada dalam satu pesawat dari Singapura menuju ke Amsterdam yang juga ditumpangi oleh Munir. Munir sendiri ditemukan meninggal dunia dan dari hasil autopsi ditemukan bahwa Munir dibunuh menggunakan racun arsenik melalui makanannya.

Setelah melalui penyelidikan panjang pada tanggal 19 Maret 2005 pukul 4.00 WIB, Pollycarpus dinyatakan sebagai tersangka kasus pembunuhan Munir. Meskipun demikian, pihak Kepolisian yakin bahwa Pollycarpus bukanlah tersangka utama atau dalang dari pembunuhan Munir tersebut namun hanya sebagai fasilitator saja. Pollycarpus tidak terbukti atas tuduhan pembunuhan berencana dan divonis hukuman ringan selama 2 tahun atas dasar pemalsuan surat.

Namun, atas peran Hakim Artidjo Alkostar, Pollycarpus kembali didakwa dengan tuntutan 20 tahun penjara dnegan menjemput Pollycarpus di kediamannya pada tanggal 25 Januari 2008 sebagai lanjutan dari PK yang diusulkan oleh Pengacara Munir. Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, Pollycarpus memperoleh keputusan bebas bersyarat pada 28 November 2014. Baru pada hari Rabu (28/8) ini, Pollycaprus dinyatakan bebas murni.

Suciwati, istri dari almarhum Munir, juga turut memberikan tanggapannya atas kabar Pollycaprus dinyatakan bebas murni. Suciwati menyampaikan pesannya bahwa kejahatan akan mengakibatkan kejahatan yang lainnya. Suciwati juga menambahkan bahwa semestinya Pollycarpus belajar bicara jujur dan mengatakan siapa sesungguhnya dari pembunuh suaminya tersebut.

Semenjak divonis 20 tahun, Pollycarpus seperti menutup rapat mulutnya. Kabar lain menyampaikan bahwa saat Pollycaprus dinyatakan bebas murni, Pollycarpus telah ikut serta terjun ke dunia politik tanah air. Partai Berkarya milik Tommy Soeharto, dipilihnya sebagai wadah dalam karir berpolitiknya ke depan.