NTB Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan 7 SR

NTB Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan 7 SR

Beriwarta – Belum usai warga membenahi kerusakan akibat gempa awal Agustus lalu, NTB kembali diguncang gempa dengan kekuatan 7 skala richter. Gempa tersebut terjadi pada hari Minggu (19/8) malam pukul 22.16 WITA. Gempa tersebut langsung diumumkan oleh BMKG melalui beberapa portal informasi seperti melalui media sosial Facebook maupun Twitter.

Kabar NTB kembali diguncang gempa tersebut juga disusul oleh kabar gempa susulan yang cukup besar. Tercatat 6 kali gempa besar dengan variasi kekuatan mulai dari 5,1 SR hingga 5,5 SR yang mana yang paling besar terjadi mendekati tengah malam yakni pukul 23.37 WITA. Sedangkan gempa susulan ke enam terjadi pada hari Senin (20/8) pukul 1.23 WITA.

BMKG memberikan penjelasan lebih lanjutan tentang kabar NTB kembali diguncang gempa. Menurut BMKG, gempa yang terjadi tersebut bukan berhubungan dengan gempa besar sebelumnya yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu. Ditambahkan oleh Dwikorita Karnawati selaku kepala BMKG. Gempa tersebut bersumber di ujung timur Pulau Lombok.

Usai kejadian NTB kembali diguncang gempa tersebut, dikabarkan bahwa ada seorang nenek meninggal akibat kejadian tersebut atas nama Nursiah (70) warga Alas Barat, Sumbawa Besar, Nenek Nursiah sendiri meninggal akibat tertimpa bangunan rumahnya yang terjadi saat gempa. Informasi tersebut disampaikan oleh Kapolres Sumbawa Besar AKBP, Yusuf Sutedjo.

Setelah NTB kembali diguncang gempa warga berlarian keluar rumah. Akibat gempa susulan ini, pemerintah daerah NTB juga meliburkan sekolah sampai tanggal yang akan ditentukan kemudian. Hal tersebut juga disampaikan oleh TGB atau Tuan Guru Bajang melalui Kadis Sosial NTB, Ahsanul Khalil.

Selain himbauan untuk meliburkan sekolah, TGB juga menyampaikan untuk warga menghindari bangunan yang tidak memenuhi standar tingkat keamanan. Selain itu himbauan juga disampaikan agar warga tetap tenang guna menghindari adanya jatuh korban apabila ada gempa susulan kembali. Apalagi kejadian NTB kembali diguncang gempa kemarin tersebut menambah jumlah korban yang terakhir kali terdata hampir mencapai 500 orang.