Menyusui Membantu Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Menyusui Membantu Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Beriwarta – Menyusui memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Baru-baru ini, para peneliti telah menunjukkan bahwa menyusui mengurangi risiko kanker payudara.

Manfaat menyusui adalah membantu bayi memperkuat sistem kekebalan dan membangun hubungan antara ibu dan bayi. Selain itu, menyusui juga membantu mencegah kanker payudara pada ibu lagi. Informasi berikut dari kami mungkin akan mengejutkan Anda tentang hal ini.

Menyusui dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara?
Jawabannya ya. Empat penelitian telah menunjukkan ini:

  • Pada tahun 2002, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menyusui selama sekitar 12 bulan, risiko kanker payudara berkurang menjadi 4,3% dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui.
  • Pada tahun 2009, penelitian lain menemukan bahwa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara, jika menyusui, memiliki pengurangan 60 persen dalam risiko sebelum menopause.
  • Pada 2017, menurut penelitian lain, perempuan Afrika memiliki risiko tinggi untuk kanker payudara yang berat dan sulit diobati. Tetapi jika mereka menyusui, risiko kanker payudara akan menurun.
  • Akhirnya, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Oktober 1977 menunjukkan bahwa wanita menyusui memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena kanker payudara.
  • Namun, para penulis studi juga mengatakan bahwa banyak jenis kanker payudara yang sulit adalah umum pada wanita dengan banyak faktor risiko seperti obesitas, kehamilan ganda, kelahiran non. Ini menunjukkan kebutuhan untuk mendorong lebih banyak wanita menyusui.

Secara umum, jika Anda bisa dan ingin menyusui, menyusui, terutama dalam keluarga di mana seseorang telah menderita kanker payudara seperti ibu atau saudara perempuan.

Mengapa menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara?
Pertama, siklus menstruasi muncul kembali setelah melahirkan wanita menyusui umumnya lebih lambat dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Karena itu, mereka kurang terpengaruh oleh estrogen. Kedua, menyusui membantu kelenjar susu untuk melawan mutasi penyebab kanker.

Selain faktor-faktor ini, faktor lain, seperti wanita menyusui yang cenderung berhenti merokok, tidak minum alkohol dan makan lebih banyak makanan bergizi, juga berkontribusi untuk manfaat ini. Kebiasaan sehat sehari-hari dalam menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara pada banyak saudara perempuan.

Berapa lama sebaiknya menyusui agar dapat mengurangi risiko kanker payudara?
Banyak peneliti menganjurkan agar Anda menyusui sebanyak mungkin. Bahkan jika Anda memberikan formula bayi Anda (susu formula), menyusui akan membantu mengurangi risiko kanker payudara.

Menyusui setidaknya selama setahun, atau jika Anda berdua ingin tetap lebih lama, Anda masih dapat menyusui untuk mendapatkan lebih banyak manfaat darinya. Tetapi jika Anda tidak bisa menyusui, jangan terlalu gugup. Tidak semua orang yang mendapat ASI memiliki kanker payudara dan tidak semua orang yang tidak menyusui akan menderita kanker payudara.

Ingat, cara paling efektif untuk mengurangi risiko kanker payudara adalah dengan memiliki gaya hidup sehat. Hanya 5-10% kasus kanker payudara disebabkan oleh cacat genetik, sementara 90-95% dari kasus yang tersisa disebabkan oleh habitat dan kebiasaan.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi ini, seperti merokok, makan gorengan; minum alkohol, gunakan stimulan, gaya hidup. Ini menunjukkan bahwa menyusui bukan satu-satunya cara untuk mengurangi risiko kanker payudara. Jika memungkinkan, Anda harus menyusui dan jika tidak, maka jangan terlalu khawatir.