Hal-Hal Yang Harus Diketahui Ibu Hamil Tentang Hot Flasheses

Hal-Hal Yang Harus Diketahui Ibu Hamil Tentang Hot Flasheses

Beriwarta – Hot flashes adalah gejala menopause, namun lebih dari sepertiga wanita hamil mengalami fenomena ini selama kehamilan dan pascapersalinan.
Anda hamil dan tiba-tiba sensasi terbakar membuat Anda gelisah. Ini hanya gejala kehamilan biasa. Mari belajar tentang fenomena ini melalui artikel berikut ini.

Apa itu hot flasheses?

Hot flasheses adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hot flasheses, yang terkonsentrasi di leher dan kepala, dan kemudian menyebar ke dada dan biasanya berlangsung dari 30 detik hingga 5 menit. Terkadang hot flush akan datang dari bagian bawah tubuh. Tubuh Anda akan berkeringat untuk mencoba mendinginkan sensasi terbakar yang tiba-tiba ini.

Setiap hot flashes akan berbeda karena frekuensi dan intensitasnya akan selalu berubah. Ingat bahwa hot flashes dan demam adalah dua gejala yang berbeda karena hot flashes tidak meningkatkan suhu tubuh, sementara demam adalah sebaliknya.

Apa saja gejala hot flasheses selama kehamilan?

Sensasi ini normal selama kehamilan dan biasanya terjadi pada malam hari pada tahap awal dan pertengahan kehamilan. Kadang-kadang gejala ini berlanjut setelah lahir karena tubuh ibu harus menghasilkan ASI. Hormon yang diubah meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit. Ini membuat Anda merasa panas. Peningkatan aliran darah meningkatkan suhu kulit, terutama di dada, leher dan kepala, menciptakan kemerahan.

Apa yang menyebabkan hot flasheses selama kehamilan?
Beberapa faktor dapat menyebabkan hot flashes selama kehamilan:

• Perubahan hormonal
Perubahan hormonal (terutama estrogen) biasanya terjadi selama kehamilan. Ini menstimulasi otak untuk melepaskan lebih banyak epinefrin dan norepinefrin dalam aliran darah, yang mengakibatkan meningkatnya aliran darah ke kulit, menyebabkan sensasi hangat di dalam tubuh.

• Dehidrasi
Air mengatur suhu. Kekurangan air akan meningkatkan suhu tubuh dan membuat ibu merasa panas.

• Peningkatan suhu tubuh
Peningkatan metabolisme selama kehamilan menghasilkan peningkatan suhu tubuh, yang pada gilirannya menyebabkan ibu merasa panas. Tubuh Anda mengenali bahwa Anda merawat dua orang dan itu harus meningkatkan aktivitas yang mengarah ke peningkatan suhu tubuh.

• Kegemukan
Kenaikan berat badan selama kehamilan menyebabkan tubuh memanas dan menghasilkan sensasi terbakar.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko hot flashes:

• Diet tidak seimbang;
• Kebiasaan tidur tidak baik;
• Kecemasan, stres, dan amarah;
• BMI (indeks kondisi tubuh) lebih tinggi dari sebelum kehamilan;
• Gula darah rendah.

Gejala hot flasheses
Jika hot flasheses menyertai gejala berikut, Anda harus segera menemui dokter:

• Perasaan hot flasheses menyebar ke seluruh tubuh dan wajah;
• Terlalu panas membuat Anda tidak nyaman;
• Merasa hot flashes tiba-tiba, tidak ada peringatan;
• Peningkatan denyut jantung;
• Hadapi;
• Berkeringat.

Berapa lama hot flasheses terakhir setelah melahirkan?

Kilatan panas tidak hilang segera setelah lahir tetapi akan hilang dalam beberapa bulan ke depan, ketika hormon kembali normal dan ibu memilih untuk memproduksi cukup ASI.

Menambahkan air, makan dan istirahat, menjaga berat badan akan menjauhkan Anda dari hot flasheses. Meskipun perasaan panas itu tidak berbahaya, tetapi ibu harus merawat dirinya dengan hati-hati.

Dengan berbagi ini, Anda mungkin sudah tahu lebih banyak tentang hot flashes selama kehamilan. Ini adalah gejala yang normal, jadi jangan terlalu khawatir.