Jubir Timses Jokowi

Kurang dari seminggu pasca pengumuman kedua pasang Capres dan Cawapres untuk Pilpres tahun 2019 mendatang, kubu petahana yang diwakili pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin mulai bergerak menyusun timses atau tim sukses pemenangannya. Tim pemenangan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi tersebut masuk dalam Koalisi Indonesia Kerja atau yang disingkat sebagai KIK. Salah satu strategi yang nantinya akan dibawa adalah salah satunya 100 jubir timses Jokowi untuk menangkal serangan politik dari kubu lawan.

Kabar akan adanya 100 jubir timses Jokowi itu nantinya akan diisi oleh kalangan parpol serta masyarakat non parpol. Ke 100 orang jubir tersebut terlebih dahulu akan menerima pembekalan yang mana disampaikan oleh Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate. Pembekalan tersebut berupa materi tentang pencapaian kabinet Jokowi sebelumnya, mengenai publikasi serta media. Dan yang terpenting adalah 100 orang jubir tersebut mampu menerjemahkan keinginan Presiden Jokowi dalam komunikasi melalui media.

Pembekalan untuk 100 jubir timses Jokowi tersebut telah dimulai pada hari Senin (13/8) kemarin dan diadakan di Oria Hotel, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, yang diikuti oleh beberapa nama yang populer di kalangan masyarakat seperti Farhat Abbas, Sony Tulung, Sunan Kalijaga, Razman Nasution dan Zora Vidyanata. Farhat Abbas, selaku salah satu peserta, mengatakan bahwa dia ditempatkan untuk melawan kubu Prabowo-Sandiaga Uno yang kerap memberikan statement keras. Bahkan menurutnya, mereka dipersiapkan untuk menghadapi para hoaxers (pembuat hoax) dan politisi partai pendukung yang membuat kontroversi.

Saat ditemui saat pembekalan untuk 100 jubir timses Jokowi tersebut, Farhat Abbas juga melancarkan sejumlah kritik mulai dari pencalonan Sandiaga Uno yang dianggapnya memiliki elektabilitas yang ada dibawah rata-rata, mundurnya Sandiaga dari jabatan Wakil Gubernurnya hingga isu mengenai mahar politik yang diberikan oleh Sandi ke sejumlah partai.

Dalam acara pembekalan 100 jubir timses Jokowi yang diadakan di Oria Hotel tersebut, hadir pula beberapa elite partai seperti Tsamara Amany selaku Ketua DPP PSI, politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, Inas Nasrulloh selaku Ketua DPP Golkar serta politikus Golkar, Mukhamad Misbakhun.