Heboh Sandiaga Bayar 500 M Untuk Cawapres Prabowo

Proses penentuan pasangan bagi Capres Prabowo belum berakhir. Masih muncul berbagai geliat pergerakan politik setelah Partai Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subiyanto untuk maju ke putaran Pilpres dengan berbagai usaha menjalin koalisi dengan PAN, PKS serta Demokrat. Opsi koalisi dengan Demokrat yang baru beberapa minggu ini berusaha terjalin pun terancam pecah. Pasalnya, menurut Wasekjen Partai Demokrat, Andie Arief, menyebut bawha Sandiaga membayar 500 M untuk mencalonkan diri sebagai Cawapres bagi Prabowo.

Bahkan, Andie juga menjelaskan bahwa Sandiaga membayar 500 M masing-masing untuk PAN dan PKS demi melancarkan ambisinya untuk meraih kursi disamping Prabowo Subiyanto yang juga masih satu partai dengan Sandiaga Uno yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Kekecewaan Andie terhadap Prabowo pun diungkapkannya dengan istilah “Jenderal Kardus” yang baginya merupakan istilah untuk Jenderal yang tidak bersikap seperti Jenderal. Yang juga beliau menyatakan bahwa sebagai seorang Jenderal, Prabowo lebih mementingkan uang ketimbang perjuangan yang benar. Padahal hingga saat ini belum ada informasi dari Partai Gerindra yang menyatakan bahwa Sandiaga membayar 500 M ke PAN dan PKS demi mencalonkan diri sebagai Cawapres.

Di sisi lain, Ketum PAN, Zulkifli Hasan juga menanggapi panas ucapan Andie Arief atas isu Sandiaga membayar 500 M pada PAN dan PKS. Menurutnya ungkapan dari Andie tersebut tidak berdasarkan bukti atau hoax dan tidak perlu dibahas. Tambahnya, kemunculan nama Sandiaga Uno dalam bursa Cawapres Prabowo sendiri dituding merupakan kongkalikong pihak tertentu. Zulkifli juga menegaskan bahwa pembahasannya saat ini lebih ke arah koalisi. Sedangkan untuk masalah Cawapres, Zulkifli tidak jelas memberikan informasi lebih.

Hal senada juga disampaikan oleh Wasekjen PKS, Abdul Hakim, yang menyampaikan bahwa PKS selama ini memperjuangkan aspirasi Ulama. Aspirasi tersebut didasarkan atas Itjima Ulama yang telah berlangsung sebelumnya dan telah diikuti oleh beberapa partai politik. Sehingga tuduhan bahwa Sandiaga membayar 500 M baik untuk PAN maupun PKS adalah tuduhan yang tidak pantas.