Pemain Bola Malaysia Salah Pasang Bendera Indonesia, Suporter Bola Indonesia Meradang

Hubungan Indonesia dengan tetangga terdekatnya yakni Malaysia kini kembali tersulut bara perseteruan. Perseteruan tersebut kembali terjadi di ranah olahraga yakni sepak bola dalam gelaran Piala AFF U-16. Perseteruan ini terjadi karena hasil tangkapan layar seorang pemain bola Malaysia salah pasang bendera Indonesia.

Awal terjadinya perseteruan tersebut tak ubahnya terjadi karena seorang pemain Timnas Malaysia U-16 bernama Amirul Ashrafiq Hanifah mengunggah sebuah postingan Insta Story melalui akun Instagramnya. Dalam postingannya tersebut, Amirul menulis kesiapannya untuk bertanding di Indonesia. Hanya saja, Amirul salah menempatkan bendera Polandia yang mana memiliki warna merah di bawah dan putih di bagian atas. Tindakan pemain bola Malaysia salah pasang bendera Indonesia ini ternyata ditonton oleh salah satu atlit Indonesia yang sontak menjadi viral di kalangan suporter Indonesia. Amirul sendiri sudah langsung meminta maaf atas tindakannya tersebut.

Namun masalahnya belum selesai hingga disitu. Puncaknya, saat Timnas Malaysia dimana salah satu pemain bola Malaysia salah pasang bendera Indonesia ini bertanding di Indonesia, yakni saat itu melawan Timnas Thailand U-16 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada hari Senin (30/7) lalu dihujani berbagai cercaan dari suporter Indonesia, baik untuk tim Malaysia sampai kepada Amirul dengan menggunakan kata-kata seperti anj*** dan lainnya. Tak terkecuali salah satu akun Troll Football Asia asal Indonesia yang tidak kalah ramai dalam mengejek Timnas Malaysia.

Malaysia sendiri, melalui pihak Federasi Sepakbola Malaysia memberikan tanggapan serius akibat perlakuan suporter Indonesia karena kejadian pemain bola Malaysia salah pasang bendera Indonesia dengan memberikan nota protes kepada Federasi Sepakbola Asia atau AFF. Bahkan ada juga pihak yang menuntut agar Timnas Malaysia mengundurkan diri dari gelaran AFF tahun ini. Dukungan terhadap pilihan tersebut pun mengalir karena mereka ingin tetap nama Malaysia dapat terus berjaya meski tidak harus populer. Usaha dipoomasi pun dirasa sudah tidak dibutuhkan lagi mengingat kedua belah pihak memang terkenal sering berselisih paham.

This page needs javascript enabled !