Gempa Bumi NTB 6,4 SR Tewaskan 17 Orang

Gempa bumi yang terjadi pada hari Minggu (29/7) pagi di NTB hingga kini terhitung telah menewaskan 17 orang. 17 orang korban tewas tersebut tersebar mulai dari pusat gempa hingga ke daerah lainnya yang juga merasakan gempa. Seperti yang telah dilaporkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika, gempa bumi NTB tersebut tercatat cukup besar, mencapai skala 6,4 Skala Richter. Selain itu, terjadi sebanyak 203 gempa susulan yang sebelumnya sudah diprediksi oleh BMKG yang mana yang paling terbesar terjadi adalah mencapai 5,7 Skala Richter hingga 3 Skala Richter. Namun dari kejadian gempa yang berpusat dibLombok Timur tersebut BMKG tidak menurunkan peringatan adanya Tsunami sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Gempa tersebut keras terasa hingga ke Pulau Sumbawa dan juga Pulau Bali. yang paling terasa kencang di sekitar gunung Rinjani ini,

Dari pantauan berbagai media, hingga Minggu malam, listrik di Sembalun masih gelap gulita akibat gempa bumi NTB tersebut. Hanya di beberapa kantor daerah saja yang terlihat terang menyala. Sedangkan jalanan juga tampak sepi dan lengang. Selain itu, sebanyak 500 pendaki Rinjani termasuk 100 lebih WNA telah mendapatkan bantuan untuk upaya evakuasi. Salah satu dari 17 korban meninggal akibat gempa adalah seorang pendaki asal Makassar yang saat terjadi gempa terpisah dari 7 rombongannya karena panik. Korban sebelumnya ditemukan karena pendarahan di kepala yang kemudian meninggal dunia. Hingga kini pendakian arah Gunung Rinjani masih ditutup untuk umum dan belum diketahui kapan akan dibuka kembali mengingat masih adanya gempa susulan dan kemungkinan longsor debu akibat gempa.

Selain 17 orang tewas akibat gempa bumi NTB, ribuan rumah penduduk dan bangunan lainnya termasuk bangunan pemerintah mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Hingga kini belum diketahui berapa total kerugian dari gempa tersebut. DPR RI juga menghimbau kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan perhatian khusus atas kejadian ini. Apalagi jika mengingat ada banyaknya WNA yang turut terjebak di Lombok.

This page needs javascript enabled !