7 Keajaiban Koruptor Indonesia Menurut ICW

Terbongkarnya fakta sel di Lapas Korupsi Sukamiskin di Bandung oleh KPK membuka mata seluruh masyarakat di negeri ini bahwa para pencuri uang rakyat masih bisa hidup enak dengan hasil jarahan mereka. Mulai dari jual beli fasilitas ruang tahanan, sel palsu hingga banyaknya barang elektronik hingga barang selundupan yang masuk kamar para napi kembali menunjukkan bobroknya sistem hukum di Indonesia. Salah satu peneliti dari ICW atau Indonesian Coruption Watch, Emerson Yuntho, kembali mengomentari pemerintah dengan menyebutkan 7 keajaiban koruptor Indonesia.

7 keajaiban koruptor Indonesia yang pertama menurutnya adalah korupsi berjamaah atau korupsi yang dilakukan beramai-ramai yang terjadi di beberapa daerah. Yang kedua, dua Menteri Agama jadi koruptor yang mana semestinya merekalah yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi. Ketiga, menurut Emerson, hanya di Indonesia koruptor merasakan kenyamanan sel tahanan layaknya kos-kosan atau penginapan. Sama seperti yang terjadi baru-baru ini akibat penggeledahan KPK.

Selain tiga hal diatas, empat lainnya dari 7 keajaiban koruptor Indonesia menurut Emerson adalah vonis yang diberikan pada koruptor tidak membuat jera. Kebanyakan dari mereka menjalani masa hukuman dua tahun beberapa bulan saja. Setelah keluar dari penjara mereka masih kaya raya. Kelima, menurutnya banyak eks napi koruptor masih eksis di dunia perpolitikan seperti mencalonkan diri lagi sebagai caleg yang mana juga akan terpilih. Keenam, hanya di Indonesia narapidana tindak kriminal korupsi dapat menyicil uang pengganti hasil dari korupsinya yang mana semestinya hal tersebut bisa dijadikan sebagai hukuman agar koruptor dimiskinkan dan memberikan efek jera bagi para koruptor.

Yang terakhir yang juga yang paling miris dari 7 keajaiban koruptor Indonesia menurut Emerson Yuntho adalah tersangka kasus korupsi bisa memenangkan Pilkada dan dilantik menjadi kepala daerah seperti yang terjadi di daeah Padahal semestinya KPK dan juga Pemerintah memperkecil gerak para tersangka korupsi terutama di ranah dunia perpolitikan yang mana malah bisa memberikan kesempatan lainnya untuk melakukan tindak pidana korupsi yang sama dan merugikan negara untuk kesekian kalinya.

This page needs javascript enabled !