Kisruh Pohon Imitasi di Thamrin-Sudirman

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Rabu (30/5) kemarin terjadi kehebohan di dunia maya. Kehebohan itu bermula ketika akun media sosial pegiat pejalan kaki di trotoar mengunggah sebuah foto yang menampilkan seorang pejalan kaki kesulitan untuk melalui trotoar di jalan MH. Thamrin menuju ke jalan Sudirman karena terhalang oleh sebuah pohon plastik yang kemudian keberadaan pohon plastik tersebut pun menjadi awal kisruh pohon imitasi di Thamrin-Sudirman. Pohon tersebut awalnya dikatakan merupakan usaha untuk mempercantik kota dari pemerintah DKI dalam menyambut ASEAN Games yang semakin mendekat.

Keberadaan pohon plastik di tengah trotoar tersebut kemudian mendapatkan perhatian lantaran letaknya yang mengganggu pejalan kaki. Pohon imitasi tersebut diketahui ditanam oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat setelah sebelumnya dikatakan bahwa kisruh pohon imitasi di Thamrin-Sudirman tersebut adalah karena proyek penanaman dari Dinas Kehutanan yang mana diinformasikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiago Uno. Sementara Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyampaikan bahwa pemasangan tersebut tidak melalui koordinasi dengan pusat dan menyebutnya sebagai tindakan ngawur.

Meskipun pada akhirnya pohon imitasi tersebut kini telah ditarik kembali dari tempat penanamannya, sejumlah netizen turut menyesalkan bahwa sebelumnya pepohonan asli yang berada di kawasan tersebut telah ditebang. Tak hanya itu, kisruh pohon imitasi di Thamrin-Sudirman ini semakin memanas saat salah satu akun pegiat sosial mengunggah data pengadaan dari pohon imitasi tersebut. Data yang diambil dari LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik tersebut memunculkan nama Dinas Kehutanan sebagai pihak yang melakukan lelang pengadaan pohon imitasi tersebut.

Tentu saja hal tersebut bertolak belakang dengan apa yang diucapkan oleh Sandiago Uno yang mengatakan bahwa itu adalah proyek dari Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Kisruh pohon imitasi di Thamrin-Sudirman tersebut kini semakin bergulir terutama pemenang dari tender pengadaan proyek pohon imitasi yakni PT CAHAYA PERISAI AFIYAH yang diragukan kebenaran alamat perusahaannya. Padahal proyek tersebut bernilai 8 Milyar lebih dengan nama lelang Pengadaaan Tanaman dan Bahan Dekorasi.