Pelaku Gurauan Bom di Pesawat DItangkap

Berguraulah pada tempat dan kondisi yang tepat. Hal ini yang semestinya diingat-ingat oleh setiap orang terlebih dari gurauan tersebut bisa menimbulkan kepanikan atau bahkan kericuhan. Hal ini terjadi pada saat penerbangan Lion Air dari Pekanbaru menuju ke Jakarta di Bandara Supadio, Kubu Raya, Senin (28/5) lalu. Dalam penerbangan yang terjadi pada malam hari tersebut, seorang penumpang berkata bahwa ada bom di pesawat. Perkataan tersebut lalu didengar oleh penumpang lainnya yang kemudian seluruh penumpang panik. Dari tindakannya tersebut pelaku gurauan bom di pesawat ditangkap oleh pihak Kepolisan.

Dari informasi yang didapat dari pelaku gurauan bom di pesawat ditangkap tersebut, ucapan bahwa ada bom di pesawat hanyalah sebagai gurauan saja. Namun dari tindakanya tersebut, sebanyak 7 orang penumpang menjadi korban akibat kepanikan akan adanya bom di pesawat. Salah satu penumpang yang mengalami cidera mengatakan bahwa ketika dia mendengar hal tersebut, dia langsung meraih pintu darurat yang kemudian melompat dari sayap pesawat bersama dengan beberapa penumpang lainnya. Akibat meloncat dari ketinggian sayap tersebut, korban mengalami cidera pada bagian kaki dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara pintu darurat yang dibuka tersebut bukan atas inisiatif Pramugari yang juga telah memberitahu pada pilot, melainkan tindakan oleh penumpang yang sudah panik.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia masih dalam situasi waspada sejak terjadi kejadian pengeboman di 3 gereja yang mana menewaskan 11 orang. Pelaku gurauan bom di pesawat ditangkap lalu dimintai keterangan. Pelaku diketahui merupakan seorang penumpang wanita berinisial F yang berasal dari Wamena Papua. Pelaku bisa dikenai hukuman hingga 8 tahun kurungan akibat berita bohong yang disebarkan. Namun hukuman paling ringan juga bisa dikenakan yakni hanya berupa wajib lapor pada pihak kepolisian.

Semoga kejadian dimana pelaku gurauan bom di pesawat ditangkap ini menjadi pembelajaran kita semua agar setiap tingkah laku kita dapat terjaga dan bertanggung jawab dimanapun kita berada.

This page needs javascript enabled !