Penumpang Wanita Diturunkan Dari Kereta Api Mengaku Teman Teroris

Kejadian seorang penumpang wanita diturunkan dari Kereta Api ini bermula dari seorang penumpang kereta Jayakarta Premium arah dari Surabaya ke Jakarta pada Jumat (25/5) dini hari. Seorang penumpang wanita awalnya meminjam Wifi dari penumpang lainnya yang duduk bersama dengan istrinya. Setelah meminjam Wifi dari penumpang lainnya tersebut, wanita tersebut menawarkan uang 100 ribu rupiah sebagai pengganti dari Wifi yang dipinjamnya. Namun penumpang tersebut menolak tawaran penumpang wanita tersebut. Penumpang wanita tersebut kemudian marah dan mengata-ngatai penumpang yang bersama dengan istrinya tersebut. Mendengar keributan tersebut mengundang Polsuska atau Polisi Khusus Kereta Api.

Setelah diamankan oleh Polsuska, staf kereta api kemudian melakukan pendekatan dengan wanita tersebut. Namun yang terjadi malah Polsuska tersebut dimarah-marahi oleh penumpang wanita yang saat itu mengenakan jilbab berwarna hitam dan berpakaian hitam hitam. Dalam kemarahannya yang juga direkam oleh salah satu staf KAI tersebut, penumpang wanita tersebut mengatakan bahwa dia adalah teman dari teroris teroris yang ditangkap oleh pihak Kepolisian. Entah hal itu benar atau tidak, namun staf KAI saat itu bersama dengan Polsuska dan Masinis Kereta menyetujui penumpang wanita diturunkan dari Kereta Api.

Alasan penumpang wanita diturunkan dari Kereta Api tersebut adalah karena mengganggu ketertiban dan kenyamanan penumpang lainnya. Apalagi saat itu penumpang lainnya juga sempat dipindahkan ke gerbong lainnya karena takut ada kejadian lainnya yang tidak diinginkan. Namun penumpang wanita tersebut tidak dilaporkan ke pihak Kepolisian karena diduga stres. Kejadian ini bahkan sempat viral di media sosial karena rekamannya tersebar di dunia maya.

Selang sehari setelah kejadian tersebut, beredar kabar bahwa ada penumpang wanita diturunkan dari Kereta Api yang sama di lokasi yang berbeda. Kali ini penumpang wanita tersebut diturunkan di stasiun Jatinegara dari Kereta Fajar Utama Yogyakarta pada hari Sabtu (26/5) lalu. Pihak PT KAI sendiri memberikan keterangan bahwa penumpang wanita yang telah dua kali melakukan keributan tersebut bisa diblack list untuk menaiki Kereta Api. Namun hingga saat ini belum ada keterangan mengenai siapa perempuan wanita tersebut.

This page needs javascript enabled !