Dua Balita Tewas Terkunci di Mobil

Kejadian memilukan terjadi di Kampung Wanasari, Purwakarta Selasa (22/5) lalu. Dua balita tewas terkunci di mobil karena kehabisan oksigen. Kejadian tersebut diduga terjadi karena kedua balita tersebut bermain main di dalam mobil dan tidak sengaja terkunci. Kedua orang tua mereka tidak mengetahui bahwa keduanya bermain dan berpindah dari lokasi awal bermain hingga lalu akhirnya berpindah di sekitaran mobil tersebut pada hari Selasa siang lalu.

Sebelum dua balita tewas terkunci di mobil itu ditemukan, kedua balita tersebut bermain dengan anak anak yang lainnya. Hingga pada sore hari, kedua orang tua dari kedua korban mencari kedua balita. Kemudian keduanya ditemukan di sebuah mobil berjenis Karimun dalam keadaan terkunci. Penyebab kematian dari dua balita tersebut mengarah pada kehabisan oksigen. Balita tersebut yang diketahui bernama MJA berumur 4 tahun anak dari Herdiana dan Ina serta Ina yang masih berumur 2,5 tahun yang merupakan anak dari Solihin. Sedangkan korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang tetangga yang juga merupakan warga sekitar.

Dari keterangan kedua orang tua, sang ayah dari kedua balita tersebut sedang tidur siang sehingga tidak mengetahui bahwa kedua anaknya terkunci didalam mobil. Sedangkan ibunya, sedang mengasuh adik dari kedua balita tersebut. Dari keterangan tersebut pula diketahui bahwa sang ibu baru melahirkan dua orang anak kembar sehingga merasa repot dalam mengasuh ke empat anaknya tersebut yang berakhir dengan kejadian pilu dua balita tewas terkunci di mobil.

Dari kejadian dua balita tewas terkunci di mobil ini diharapkan agar orang tua lebih mengawasi anak anaknya ketika bermain. Apalagi jika anak masih dalam batasan balita yang mana semestinya harus diawasi ketika bermain. Dengan demikian tidak akan ada kejadian memilukan seperti ini di masa depan. Sedangkan untuk pemilik kendaraan roda empat, akan lebih baik juga apabila mobil diparkir dalam keadaan terkunci. Sehingga bisa terhindar dari kejadian seperti pencurian, atau kejadian kejadian lainnya seperti kejadian ini.

This page needs javascript enabled !