Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

Aman Abdurrahman yang merupakan pemimpin dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga merupakan terdakwa kasus terorisme dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tuduhan yang membuat Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati adalah karena beberapa kasusnya dimulai dari tahun 2004 dimana terjadi ledakan bom disekitar rumahnya. Dari situ Aman mendapatkan hukuman 7 tahun penjara. Setelah menyelesaikan hukumannya, pada tahun 2010 Aman kembali ditangkap karena tuduhan pembiayaan pelatihan kelompok teroris di Jantho, Aceh Besar yang kemudian membuatnya ditahan di LP Nusakambangan.

Aman Abdurrahman juga diduga terkait dengan pengeboman di jalan MH Thamrin Jakarta pada tahun 2016 lalu dan juga pengeboman di Terminal Kampung Melayu pada pertengahan tahun 2017 lalu. Dari berbagai tuduhan tersebut, Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati. Aman juga dinilai telah menyebarkan paham radikalisme seperti memberikan ceramah bahwa pemerintahan di Indonesia adalah negara thagut. Selain itu, sistem demokrasi yang dianut menurut Aman adalah ajaran kafir. Aman Abdurrahman sendiri ditangkap pada tanggal 18 Agustus 2017 yang mana sehari sebelumnya Aman dibebaskan pada tanggal 17 Agustus 2017 Aman mendapatkan remisi HUT RI ke 72.

Saat mendengarkan Jaksa yang menuntut Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati, Aman mendengarkannya dengan tenang sambil sesekali menopang dagunya. Meskipun demikian, pemimpin JAD yang juga memiliki nama Oman Rochman dan juga Abu Sulaiman bin Ade Sudarma juga akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan JPU tersebut.

Jaksa Penuntut Umum sendiri menjelaskan tuntutannya agar Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati karena menilai bahwa pentolan ISIS di Indonesia tersebut secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Tindak pidana tersebut mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan juga korban anak anak yang kehilangan masa depannya. Setelah mendengar tuntutan dari JPU, dan menunggu pledoi dari Aman Abdurrahman, Majelis Hakim menutup sidang dan akan melanjutkan sidang ini pada Jumat depan yakni pada tanggal 25 Mei 2018. Aman Abdurrahman kembali dibawa ke ruang tahanannya oleh anggota Kepolisian bersenjata lengkap.

This page needs javascript enabled !