Korban Tewas Bom Gereja di Surabaya Bertambah

Pada hari Minggu (13/5) pagi kemarin, kejadian memilukan terjadi di Surabaya, kota terbesar di Indonesia. Sebanyak 3 gereja menjadi korban bom bunuh diri dari pelaku tindak kejahatan terorisme. Hingga berita ini ditulis, sebanyak 13 orang menjadi korban tewas bom Gereja di Surabaya. Diketahui, ledakan bom tersebut terjadi di 3 tempat berbeda yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno.

Pelaku dari kejadian yang menewaskan 13 korban tewas bom Gereja di Surabaya ini telah diidentifikasi oleh pihak Kepolisian Indonesia. Pelaku pengeboman 3 lokasi tersebut merupakan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang yang masing masing memiliki tugas sendiri di setiap tempat. Bahkan 4 dari 6 pelaku pengeboman tersebut masih merupakan anak anak.

Keluarga yang beranggotakan 6 orang tersebut diketahui juga merupakan keluarga yang baru pulang dari Suriah. Diduga pengalaman yang didapat dari Suriah tersebutlah yang menjadi bekal serta motif untuk melakukan pengeboman di tanah air. Beberapa korban tewas bom Gereja di Surabaya diantaranya merupakan petugas keamanan yang berjaga di gereja tersebut. Seperti di Gereja Santa Maria Tak Bercela dimana salah satu petugas keamanan berusaha menyetop sebuah kendaraan bermotor dengan bom yang ingin masuk ke Gereja.

Sejumlah tokoh nasional turut mengecam kejadian yang menewaskan 13 korban tewas bom Gereja di Surabaya ini. Bahkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharani, langsung pulang ke Surabaya usai lawatannya ke Arab Saudi dalam rangka sebuah even tahunan. Presiden Joko Widodo pun langsung menuju lokasi kejadian yakni pada hari Minggu (13/5) siang seusai mendapatkan kabar mengenai kejadian pengeboman tersebut. Kemudian setelahnya melakukan konferensi pers terkait dengan kejadian tersebut.

Aksi damai untuk mengutuk kejadian pengemboman tersebut juga dirayakan di sejumlah Kota seperti Surabaya dan Yogyakarta. Selain mendoakan untuk korban luka dan juga korban tewas bom Gereja di Surabaya tersebut, aksi damai tersebut juga menyerukan agar pemerintah menindak tegas pelaku serta menghancurkan bibit bibit terorisme di tanah air.

This page needs javascript enabled !