Gunung Merapi Erupsi Awan Panas tebal, Penerbangan Dari dan Menuju Ke Jogja Dibatalkan

Pada Jumat (11/5) pagi hari lalu, Gunung Merapi yang terletak di Jogjakarta kembali menunjukkan aktifitasnya. Gunung Merapi erupsi awan panas tebal pada pagi hari yakni tepatnya pada pukul 6 hingga 7 pagi. Kejadian ini disaksikan oleh warga Jogjakarta serta beberapa wilayah lainnya yang berada disekitaran wilayah Jogja termasuk wilayah CIlacap.

Akibat Gunung Merapi erupsi awan panas tebal ini jadwal keberangkatan pesawat dari dan menuju ke Jogjakarta terpaksa dibatalkan hingga waktu yang belum jelas. Bahkan kabar terkini yakni pada hari Sabtu (12/5) ini bumbungan awan tebal yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi mencapai Bandar Udara Adi Sucipto yang menyebabkan ditutupnya bandara untuk waktu yang belum jelas.

Beberapa pendaki yang sedang melakukan pendakian di sekitar Gunung Merapi juga menyaksikan dengan jelas Gunung Merapi erupsi awan panas tebal. Diperkirakan Gunung Merapi pada Jumat lalu telah mengeluarkan awan panas tebal setinggi 5,5 Km. Namun hingga kini belum ada kabar megenai adanya korban tewas akibat aktifitas Gunung Merapi ini termasuk dari para pendaki yang saat itu melakukan pendakian dan cukup dekat dengan lokasi kejadian.

Dari aktifitas Gunung Merapi erupsi awan panas tebal tersebut, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan peringatan untuk tidak mendekat atau beraktifitas hingga batas radius 2 KM dari Gunung Merapi tersebut. Meskipun pihak terkait telah memberikan pernyataan bahwa letusan awal panas tebal setinggi 5500 meter itu bersifat vertikal dan tidak membahayakan.

Pihak terkait menjelaskan bahwa kejadian Gunung Merapi erupsi awan panas tebal ini adalah kejadian yang tidak berbahaya dibandingkan dengan kejadian di tahun 2010 silam. Dan kemungkinan yang dimuntahkan melalui awan panas tebal pada Jumat pagi lalu adalah sisa sisa dari letusan tahun 2010 silam tersebut. Dijelaskan lebih lanjut kembali bahwa sekarang aktifitas Gunung Merapi kembali menurun meskipun wilayah Yogyakarta dan sekitarnya kini mengalami hujan abu yang tidak terlalu tebal dan membahayakan kesehatan.

This page needs javascript enabled !