Rutan Mako Brimob Depok Masih Dikuasai Teroris

Pada hari Selasa (8/5) malam terjadi sebuah kericuhan di Rutan Mako Brimob Depok. Kericuhan yang sempat membuat geger warganet di berbagai lini media sosial tersebut akhirnya mendapatk kejelasan pada Rabu(9/5) pagi. Menurut laporan dari Kombes Pol Muh. Iqbal, kondisi rutan tersebut terkendali meskipun beliau juga menambahkan bahwa Rutan Mako Brimob Depok masih dikuasai teroris. Beliau juga menambahkan bahwa kericuhan tersebut diawali oleh sebuah permasalahan makanan yakni makanan yang harus dibagikan dari keluarga untuk napi. Selebihnya belum ada kejelasan mengenai sumber permasalahan tersebut.

Di sosial media sendiri, berita tentang Rutan Mako Brimob Depok masih dikuasai teroris berkembang liar. Banyak yang mengatakan bahwa napi teroris tersebut menguasai gudang senjata rumah tahanan yang berada di Kelapa Dua, Depok. Namun masyarakat dihimbau agar tidak mudah mempercayai isu dan tetap menunggu perkembangan kabar dari sumber sumber yang terpecaya sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Hingga Rabu (9/5) siang yakni hingga berita ini ditulis pun, terlihat beberapa kali mobil ambulans bolak balik dari arah Rutan ke arah Rumah Sakit Kramat Jati dengan membawa kantung mayat. Dari informasi yang diperoleh, sudah ada 6 korban jiwa dari kejadian tersebut yang belum diungkap identitasnya dan juga dari pihak mana korban yang jatuh selama Rutan Mako Brimob Depok masih dikuasai teroris, apakah dari pihak kepolisian atau rutan maupun mungkin dari pihak napi.

Selain korban jiwa karena kericuhan di Rutan Mako Brimob tersebut, ada 4 anggora Densus 88 lainnya yang terluka akibat kericuhan tersebut. Belum diketahu bagaimana kondisi dari 4 anggota Brimob yang terluka itu daan hingga kini diduga masih ada beberapa orang yang tersandera di dalam Rutan yakni Iptu Sulastri, Briptu Hadi Nata, Brigadir Haris dan Bripda Rahmadan yang belum diketahui perkembangan nasibnya. Semoga pihak pihak terkait dapat segera mengakhiri kejadian Rutan Mako Brimob Depok masih dikuasai teroris dan membuatnya kembali tertib seperti sediakala.

This page needs javascript enabled !