Habib Rizieq Lepas dari Kasus Penistaan Pancasila

Kabar baik untuk Habib Rizieq yang masih berada di Arab Saudi. Sudah setahun lebih Habib Rizieq tidak menjejakkan kaki di tanah air akibat beberapa tuntutan hukum yang diarahkan padanya. Beralasan untuk pergi umroh, Habib Rizieq yang merupakan Imam Besar FPI itu pergi dari tanah air menuju ke Arab Saudi pada awal bulan Mei 2017. Namun mungkin kini Habib Riqieq patut sedikit lega, karena kabarnya Habib Rizieq lepas dari kasus penistaan Pancasila.

Kabar bahwa Habib Rizieq lepas dari kasus penistaan Pancasilaitu sendiri pun dikabarkan langsung dari Kepolisian bahwa Habib Rizieq mendapatkan SP3 atau Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan yang melibatkan orang nomor 1 FPI tersebut. Meskipun banyak dugaan muncul seperti salah satunya adalah hal tersebut merupakan intervensi presiden setelah anggota dari Alumni 212 menemui Presiden Jokowi. Pihak Kepolisianpun menjelasnkan bahwa hal tersebut adalah tidak benar, kasus yang membelit Habib Rizieq Shihan dibatalkan karena minimnya bukti yang memberatkan kasus ini sehingga pada akhirnya penyelidikan untuk kasus ini berhenti dan kasus Habib RIzieq pun tidak dilanjutkan lagi.

Meskipun Habib Rizieq lepas dari kasus penistaan Pancasila namun Habib Rizieq juga dikabarkan masih terjerat oleh beberapa kasus. Dan yang paling membahayakan adalah Habib RIzieq masih terjerat kasus pornografi yang melibatkan Firza Husein di kasus pornografi. Namun kasus ini juga belum menunjukkan adanya tanda tanda perkembangannya. Karena memang pihak pemerintah sendiripun belum bisa untuk memanggil Habib Rizieq dalang dan bersaksi serta diperiksa di pengadilan.

Meskipun Habib Rizieq lepas dari kasus penistaan Pancasila yang dilaportkan di Jawa Barat, namun Habib Rizieq masih dapat berkeliaran di Arab Saudi sana dan belum ada konfirmasi tentang hal tersebut. Selain itu, baik umatnya maupun pihak dari pihak kepolisian sendiri belum mengetahui kapan Habib akan pulang ke Indonesia dan mengurus segala tuntutan hukum yang diarahkan padanya. Semoga hal tersebut itu terjadi agar penegakan hukum dapat dijalankan.

This page needs javascript enabled !