Novel Baswedan Kembali ke KPK

Juru bicara KPK, Febri DIansyah, menyampaikan bahwa penyelidik senior KPK, Novel Baswedan, akan segera kembali bekerja. Hal itu disampaikan Febri di Gedung KPK, Rabu (3/5) kemarin. Febri juga menambahkan bahwa Novel Baswedan kembali ke KPK dan bertugas di Direktorat Penyidikan sebagai kepala satuan tugas (satgas). Posisi tersebut merupakan posisi yang akan ditempati oleh Novel Basweda semenjak meninggalkan KPK untuk sementara pasca tragedi penyiraman air keras pada Novel.

Meskipun demikian, belum dikabarkan kapan Novel Baswedan kembali ke KPK. Novel hanya dikabarkan akan mulai kembali pada bulan ini, yakni bulan Mei ini. itupun apabila tidak ada perubahan rekomendasi dari pihak dokter untuk mengambil istirahat. Jika ada rekomendasi untuk tambahan istrihat, mungkin diberikan ijin sampai 18 Mei ini. Sebelum mulai bekerja, Novel juga diinformasikan akan hadir dalam rapat musyawarah Wadah Pegawai (WP) KPK.

Terhitung, satu tahun lebih sudah Novel meninggalkan KPK sebelum Novel Baswedan kembali ke KPK. Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada tanggal 11 April 2017. Kasus yang menimpa Novel Baswedan pun hingga kini belum mendapatkan secercah harapan atau kejelasan sama sekali. Kejadian itu terjadi saat Novel berjalan kaki menuju untuk sholat Subuh di Masjid Al Ikhsan. Tiba tiba ada dua orang yang berboncengan yang menyiramkan cairan ke arah Novel yang mana diketahui selanjutnya bahwa air tersebut adalah air keras yang mengenai wajah dan mata kiri Novel.

Atas kejadian itu, mata kiri Novel mengalami luka parah dan tidak dapat difungsikan lagi untuk melihat. Sejak saat itu Novel melakukan beberapa kali pengobatan hingga ke Singapur dan sempat melakukan beberapa hari perawatan disana hingga pada akhirnya kembali ke Indonesia. Pada bulan Mei ini, Novel mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk dapat kembali bekerja. Semoga sekembalinya Novel Baswedan kembali ke KPK, kejelasan kasus hukum Novel dapat semakin terang dan terungkap siapa dalang dibalik tindakan keji tersebut.

This page needs javascript enabled !