Setya Novanto Terima Vonis 15 Tahun Penjara

Dalam Sidang kasus Korupsi e KTP Jum’at (27/4) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Hakim memutuskan vonis 15 tahun penjara terhadap terdakwa yakni Setya Novanto. Dalam sidang tersebut, mantan Ketua DPR tersebut memberi kesaksian dalam sidang dan sidang juga mengagendakan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum oleh KPK. Awalnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut 16 tahun penjara bagi Setya Novanto, namun majelis hakim memvonis 15 tahun penjara dan membayar denda 500 juta rupiah subsider sebagai 3 bulan kurungan. Novanto juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti 7,3 dollar yang dikurangi 5 milliar rupiah yang sudah dititipkan ada penyidik. Kabar yang disampaikan oleh pengacaranya, Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara dengan ikhlas. Hak politik dari Setya Novanto juga dicabut sebagai salah satu putusan dari hakim.

KPK pun, meski berbeda satu tahun dari tuntutannya, merasa puas dengan hasil putusan Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara karena setidaknya hukuman yang diberikan telah memenuhi 2/3 dari tuntutan jaksa penuntut umum. Dari pihak Novanto sendiri menerima putusan tersebut dan tidak berniat untuk melakukan banding terhadap putusan tersebut. Hanya saja, apabila KPK menolak vonis tersebut kemudian melakukan banding, maka pihak Novanto mengaku juga akan melakukan banding.

Meskipun Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara, dan tidak merencanakan adanya banding terhadap kasusnya tersebut namun pihak pengacara Setya Novanto masih terus mengajukan kemungkinan untuk Novanto menjadi Justice Collabolator dimana jika Novanto mendapatkan kesempatan tersebut maka akan ada kemungkinan masa hukumannya berkurang. Hanya saja baik pihak KPK maupun Pengadilan beranggapan bahwa Setya Novanto belum memenuhi syarat sebagai Justice Collabolator.

Dengan demikian, lembaga anti korupsi KPK akan segera melakukan eksekusi Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara dan akan segera dipindahkan ke lapas SIkamiskin. Namun sebelum dipindhakan, Novanto akan berperan sebagai saksi dari untuk sidang dari Fredrich Yunadi dalam kasus penghalangan penyelidikan kepolisian.

This page needs javascript enabled !