Pelaku Penculikan Bayi di Depok Ditangkap

Dua pelaku penculikan bayi di Depok ditangkap hari ini (30/4). Sebelumnya, pada hari Minggu (29/4) kemarin, Polres Depok menerima laporan adanya tindak pidana penculikan yang mana korbanya adalah seorang bayi. Marlina, ibu korban, memberikan keterangan bahwa bayinya diculik saat ditinggal untuk belanja sayuran yang dekat dari rumahnya di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Marlina tidak meninggalkan bayinya sendiri, melainkan bersama dengan sang kakak yang berumur 9 tahun.

Dari laporan tersebut, polisi memburu pelaku dengan melakukan penyelidikan yang dimulai dari pemeriksaan saksi yang ada. Sebelum melakukan penangkapan terhadap pelaku, polisi telah memeriksa sebanyak 11 saksi yang berada di lokasi kejadian. Salah satu saksi kunci adalah yakni juru parkir yang berada di sekitar kediaman korban. Juru parkir mengaku melihat seorang wanita berkerudung dan mengenakan baju coklat terlihat berjalan membawa bayi. Dari laporan para saksi tersebut, kemudian polisi melakukan pengembangan hingga mengarah lokasi pelaku. Sebanyak dua pelaku penculikan bayi di Depok ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Kedua pelaku digiring ke Polresta Depok.

Saat ditangkap, bayi berinisial A yang masih berumur 25 hari itu ditemukan dalam kondisi sehat tanpa ada suatu kekurangan apapun. Meskipun demikian, setelah para pelaku penculikan bayi di Depok ditangkap polisi belum memutuskan status keduanya hingga saat ini. Polisi masih mengorek informasi dari keduanya untuk mencari unsur pidana dari kejadian tersebut.

Beberapa waktu yang lalu memang ramai isu penculikkan anak yang mana bisa saja isu tersebut menjadi ramai kembali. Namun berkat usaha kerja keras polisi yang membahkan hasil dua orang pelaku penculikan bayi di Depok ditangkap tentu saja akan membuat masyarakat jauh lebih tenang. Apalagi usaha dari pihak kepolisian tersebut dapat diraih dalam waktu satu hari saja semenjak laporan penculikan. Hanya saja, pihak orang tua diminta untuk lebih berhati-hati dalam menjaga dan bahkan meninggalkan anak-anaknya agar kejadian yang serupa tidak lagi terjadi.

This page needs javascript enabled !