Pantai Siung Yogyakarta – Pesona Pantai Berpasir Putih dengan Tebing yang Menjulang

Pantai yang satu ini boleh dikata istimewa di antara barisan pantai di pesisir selatan Gunungkidul. Pantai Siung terlihat cantik dan mempesona dengan air lautnya yang biru dan jernih, diapit oleh bukit hijau menjulang dan dihiasi batu – batu karang raksasa. Hamparan pasir putihnya yang mempunyai tekstur lembut ikut mempercantik pantai Siung yang berdekatan dengan pantai Jogan.

Di bibir Pantai Siung Yogyakarta terlihat pula deretan perahu yang bersandar, setia menanti para nelayan. Tempatnya pun terpencil, tapi itu yang membuat Anda semakin penasaran menyambangi pantai ini. Oh ya, nama siung berasal dari bahasa Jawa yang berarti “gigi taring”. Kenapa disebut demikian? Jika Anda perhatikan dari atas di sekitar pantai Siung terdapat beberapa batu karang dan di antaranya ada yang mengerucut menyerupai gigi taring. Itulah kenapa pantai ini lalu dinamakan pantai Siung.

Bagi para pecinta alam terutama panjat tebing, pantai yang terletak di desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul ini sudah terdengar akrab. Ya, Pantai Siung tak cuma menawarkan keanggunan alam tapi juga tebing – tebing terjal yang menantang dan memompa adrenalin. Jika ingin melihat pantai Siung dari sudut lain, cobalah menaiki bukit tersebut. Yang pasti, panorama pantai Siung lebih memukau dilihat dari atas bukit.

Di kawasan pantai Siung setidaknya ada sekitar 250 jalur pemanjatan dengan tingkat kesulitan dan karakteristik tebing yang bervariasi. Bisa dibilang jalur pemanjatan di pantai Siung sudah berkelas internasional. Tak heran, banyak para pemanjat tebing lokal maupun luar negeri yang ingin menaklukkannya.

Untuk menuju Pantai Siung Yogyakarta Anda membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Arah yang Anda ambil yaitu menuju kota Wonosari, setelah itu ambil jalan menuju ke arah Tepus, lalu Purwodadi hingga pantai Siung. Perjalanan Anda ke pantai Siung tambah seru dan menantang dengan pemandangan alam berupa bukit – bukit kapur yang tinggi, suasana perdesaan yang masih asri, dan jalan aspal yang naik turun berkelok-kelok.

This page needs javascript enabled !