Alasan Film Dilan 1990 Dilarang Tayang di TV

Wahyu Setiawan yang menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum, pada hari Jumat (27/4) kemarin mengumumkan bahwa mulai dari hari Jumat kemarin hingga nanti masa pemungutan suara di Pilkada Serentak tahun 2018 ini, para calon peserta Pilkada Serentak 2018 dilarang untuk menampilkan diri di televisi. Beliau juga menambahkan salah satu contohnya adalah pelarangan penayangan film Dilan di TV. Jangan kaget dulu, ada alasan kuat mengapa KPU mencontohkan film kekinian hasil adaptasi novel karya Pidi Baiq tersebut. Alasan film Dilan dilarang tayang di TV tentu saja adalah karena ada salah satu calon peserta Pilkada Serentak yang akan diadakan dalam waktu dekat ini yang menjadi bagian dari film hits seputar percintaan remaja di tahun 90 an tersebut.

Calon yang dimaksud tentu saja adalah Ridwan Kamil. Ridwan Kamil aau RK memang ikut beradu akting bersama bintang eks Cowboy Junior dalam film tersebut. Namun selain Dilan, ada juga larangan terhadap judul sinetron seperti Para Pencari Tuhan yang juga memiliki alasan yang serupa dengan alasan film Dilan dilarang tayang di TV yakni Deddy Mizwar yang juga menjadi salah satu calon. Keduanya memang menjadi calon yang akan segera bertanding di Pilkada Jabar. Namun pihak KPU menjelaskan bahwa pelarangan penayangan tersebut hanyalah pada Televisi saja. Pelarangan tersebut tidak berlaku untuk penayanan di bioskop.

Mendekati masa Pilkada, Pihak KPU mulai merapikan ruang publik yang mana akan dijadikan sebagai tempat kampanye bagi para calon. Salah satu ruang publik yang ikut diawasi adalah televisi yang mana jangan sampai melakukan start kampanye lebih awal. Selain itu, pelepasan baliho baliho calon peserta Pilkada Serentak juga terus dilakukan apabila terbukti melanggar baik secara konten maupun mengingat tanggal masa kampanye dan juga masa tenang. Tak heran jika film Dilan 1990 juga mendapat larangan yang meski demikian juga diberikan bukti alasan film Dilan dilarang tayang di TV yang jelas.

This page needs javascript enabled !