Penangkapan Korupsi Berjamaah, Kinerja DPRD Sumut Menurun

Nampaknya suasana suram di sekitar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sumatera pada hari Rabu 25 April kemarin bukan hanya disebabkan oleh cuaca yang memang pada saat itu sedang mendung dan hujan tetapi ada hal lain yang lebih menyedihkan dan membuat miris.

Hari itu tidak banyak anggota DPRD Sumatera Utara yang datang untuk menhadiri rapat dan akhirnya membuat bangunan megah gedung DPRD tersebut terlihat sepi dan tidak seramai biasanya.

Kondisi di DPRD Sumut masih lesu, untuk memenuhi kuorum dua pertiga saja kita masih kesulitan. Rapat-rapat alat kelengkapan yang juga terasa masih lesu,” ucap anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan saat dihubungi oleh sebuha media masa pada hari Rabu kemarin.

Terjadi Sejak Pengkapan Gubernur Sumatera Utara
Kondisi sepi dan lesunya anggota DPRD sumatera utara ini pun terjadi sejak adanya penangkapan mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho yang terjerat kasus korupsi yang ternyata juga terjadi dan tersebar serta diikuti oleh banyak anggota DPRD Sumuatera Utara. Jumlah anggota DPRD yang ikut melakukan korupsi pun tak tanggung-tanggung, totalnya mencapai hingga 38 anggota DPRD yang diduga kuat dilakukan secara berjamaah.

Para anggota dewan yang terjerat kasus korupsi ini pun karena ada dugaan tindak pidana suap serta gratifikasi dan janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Uang rakyat yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membangun SDM dan infastruktur pun jadi korban. Jumlahnya diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah, dan dari ke 38 orang anggota DPRD tersebut, masing-masing bisa mengantongi Rp 300 juta sampai dengan Rp 350 juta.

Menurut Sutrisno, sejak keluarnya penetapan mantan Gubernurnya sebagai tersangka korupsi, kepercayaan dan kehormatan lembaga DPRD di Sumatera Utara sudah mulai runtuh dan menyebabkan rakyat sudah tidak lagi mau percaya kepada para wakilnya.

Karena hal ini juga kondisi para wakil dewan yang tidak terjerat kasus korupsi atau bahkan belum ketahuan melakukan tindak pidana korupsi menjadi terpengaruh dan hasilnya kinerja mereka pun semakin menurun dari hari ke hari. “Semoga badai ini cepat berlalu,” ucap Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut itu.

This page needs javascript enabled !