Sumur Minyak Meledak, 39 Orang Meninggal Dunia

Sebuah sumur minyak yang terletak di Rantau Peurlak, Aceh Timur pada hari Rabu(25/4) dini hari tadi meledak. Sebanyak 21 korban tewas ditemukan tak jauh dari sumur yang terletak di dekat pemukiman warga tersebut. Sumur minyak meledak tersebut memang secara aktif dimanfaatkan oleh warga. Diketahu pada kedalaman 250 meter, sumur tersebut memuntahkan minyak mentah yang tidak tertampung. Warga berbondong bondong mengumpulkan minyak disektar sumur untuk dimasukkan ke dalam drum. Namun, naas pada pukul 1.30 dini hari tiba-tiba muncul percikan api yang dengan cepat merambat di seputaran pengeboran minyak.

Lokasi dimana sumur minyak meledak tersebut langsung ditanggapi dengan datangnya pemadam kebakaran pada pukul 02.30 dini hari untuk memadamkan kobaran api yang membesar. Pada pukul 05.00 pagi, api yang menyambar dari pusat kobaran yakni dari lokasi sekitar pengeboran minyak dapat dipadamkan. Namun, gas yang diduga menjadi sumber bencana tersebut masih terus keluar.

Dari kabar awal yang telah dikumpulkan oleh BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) dikatakan bahwa ada sebanyak 21 orang korban jiwa pada saat penanganan awal bencana. Namun, hingga Rabu sore hari, informasi mengenai korban tewas sumur minyak meledak bertambah yakni sebanyak 18 orang. Dengan demikian korban meninggal dunia akibat bencana alam ini ada 39 orang. Daftar korban meninggalpun saat ini belum dikabarkan karena mungkin jenasah yang sulit unutk diidentifikasi.

Selain korban jiwa, ada juga 41 orang lainnya mengalami luka luka yang masih ditangani oleh pihak rumah sakit yang tersebar di tiga lokasi. Tiga buah rumah sakit yang merawat korban atas kejadian sumur minyak meledak tersebut adalah Rumah Sakit Graha Bunda-Idi Rayeuk, Rumah Sakit Zubir Mahmud-Idi Rayeuk serta Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz-Peureulak.

Kejadian sumur minyak meledak tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil yakni 5 buah rumah terbakar. Belum ada kabar mengenai kapan korban mengungsi dapat diperbolehkan kembali ke rumahnya karena belum ada tanda bahwa lokasi bencana sudah aman untuk ditinggali.

This page needs javascript enabled !