Seorang Warga Aceh Tewas Tenggelam di Perairan Malaysia

Muzakir, seorang pria berumur 30 tahun asal Desa Alue Dua, Kecamata Nisam Antara, Aceh Utara Meninggal dunia karena tenggelam di kawasan perairan negara Malaysia. Menurut laporan yang ada, beliau meninggal karena sedang berlayar dengan tujuan Malaysia untuk merantau.

Ia dan keenam orang lainnya berusaha berlayar ke Malaysia untuk mencari pekerjaan. Namun, karena tidak memiliki dokumen yang resmi akhirnya pihak kepolisian melakukan pengejaran, sayangnya Muzakir memutuskan untuk melompat dari perahu dan akhirnya tenggelam.

Mereka nekat terjun karena mengerti bahwa mereka tidak memiliki dokumen resmi dan akan ditahan jika tertangkap oleh pihak kepolisian negara Jiran.

Tadi (kemarin), saya mendapat informasi dari kakak kandung korban, Tgk Muhammad Ridwan yang mengabari peristiwa tersebut. Ia mengaku baru tadi pagi mendapat informasi itu dari seorang warga Aceh yang sudah bekerja di KBRI Malaysia,” ujar anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma kepada Serambi.

Menurut Haji Uma, Jumlah dari masyarakat Aceh yang berangkat ke Malaysia adalah 15 orang dan mereka semua menggunakan jasa dari agen yang sama. Menurut laporan, mereka semua berangkat menuju Malaysia dengan menggunakan jalur laut dan berangkat dari Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Mereka disinggahkan di sebuah pulau bernama Pulau Perak. Lalu, dari Pulau Perak dekat Selangor tersebut, menuju ke Malaysia tujuh orang. Sedangkan delapan lagi masih berada di pulau tersebut,” kata H Sudirman. Dan ketika hendak merapat ke daratan Malaysia, tiba-tiba ada razia dari petugas keamanan Malaysia.

Mungkin karena merasa ketakutan, 7 dari 15 orang tersebut langsung menceburkan diri ke laut. Namun sayangnya, karena muzakir tidak bisa berenang ia pun langsung tenggelam.

Tapi, Muzakir tak bisa berenang sehingga langsung tenggelam dan ketika ditemukan sudah tewas. Sedangkan enam orang lagi tertangkap dan sudah ditahan. Jenazah Muzakir sekarang ini masih berada di rumah sakit di Malaysia,” ungkapnya.

Jenazah Muzakir pun sudah mendapatkan perawatan dan akan segera dipulangkan ke Indonesia agar dapat segera dimakamkan.

This page needs javascript enabled !