Apakah Benar Facebook Mencuri Data Pengguna?

Beberapa waktu ini publik di Amerika digegerkan dengan skandal Cambridge Analytica yang menggukan data pengguna Facebook sebagai sarana untuk melakukan kampanye Capres sehingga lebih terarah. Dalam pemilihan Capres yang memenangkan Trump tersebut, Facebook dituduh menggunakan data pengguna tanpa adanya persetujuan. Hal ini membuat tagar #DeleteFacebook menjadi ramai di internet. Namun apakah benar Facebook mencuri data pengguna?

Jawaban yang diberikan oleh Facebook sendiri adalah Facebook tidak pernah mencuri data pengguna, melainkan kita yang memberikan ijin untuk Facebook untuk dapat melihat isi kontak kita, mengetahui data pribadi kita dan lain-lain. Melalui Mark Zuckeberg, Facebook pun menjawab isu tersebut dan meminta maaf untuk kasus Cambridge Analytica tersebut. Ada aplikasi Facebook seperti aplikasi tanya jawab yang secara tidak sengaja anda telah memberikan akses ijin terhadap aplikasi tersebut untuk membaca post post dan data pribadi anda. Data pribadi itu juga sebenarnya disimpan oleh Facebook dan semestinya tidak diperkenankan oleh aplikasi lainnya. Oleh karena itulah banyak tuntutan yang datang dan mengatakan bahwa Facebook mencuri data pengguna.

Isu data pengguna atau privasi adalah sebuah masalah yang sensitif bagi masyarakat barat, namun sayangnya isu tersebut seperti isu Facebook mencuri data pengguna ini belum terlalu mendapatkan banyak perhatian bagi kalangan masyarakat Indonesia. Padahal data data pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan tertentu yang menguntungkan suatu pihak dan dapat merugikan kita.

This page needs javascript enabled !