Kisah Nyak Sandang Yang Menyumbang Pesawat RI Pertama

Pada hari Minggu (21/3) lalu Presiden Joko Widodo menemui seorang kakek yang diantar menggunakan kursi roda. Kakek tersebut diketahui bernama Nyak Sandang yang merupakan seorang warga Aceh. Alasan Presiden Jokowi berkenan menemui Nyak Sandang adalah karena kisah Nyak Sandang yang menyumbang pesawat RI pertama ketika era kemerdekaan.

Kisah Nyak Sandang yang menyumbang pesawat RI pertama dibuktikan dengan sebuah bukti obligasi pemerintah yang diterimanya saat beliau berumur 23 tahun. Kala itu, Nyak Sandang menyumbang dengan menjual sepetak tanah, 10 gram emas serta uang Rp. 100,- yang diserahkan pada Presiden Soekarno untuk membeli pesawat. Pesawat itu diketahui bernama Seulawoh 1 dan Seulawoh 2 yang merupakan cikal bakal Garuda Indonesia Airways.

Dari kisah Nyak Sandang yang menyumbang pesawat RI pertama tersebut, Nyak meminta bantuan untuk mengobati matanya yang katarak dan juga memohon bantuan untuk membangun sebuah Masjid di desanya dimana beliau tinggal yakni di Lamno, Aceh. Selain itu beliau juga memohon untuk dibantu untuk naik haji.

Tanggapan Presiden mendengar kisah Nyak Sandang yang menyumbang pesawat RI pertama tersebut adalah menyambut dengan baik. Sedangkan untuk beberapa permintaan Nyak Sandang pada Presiden Jokowi, Presiden Jokowi sudah berkoordinasi untuk pemeriksaan mata katarak Nyak Sandang sedangkan untuk lainnya Presiden mengupayakan dan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Kementrian Agama untuk permintaan Nyak Sandang untuk naik Haji.

This page needs javascript enabled !