Kronologi Lengkap WNI Dipancung di Arab Saudi

Pada tanggal 18 Maret lalu, netizen dihebohkan dengan berita pemancungan dari WNI Indonesia di Arab Saudi. WNI tersebut memiliki nama lengkap Muhammad Zaini Misrin Arsyad yang merupakan warga asal Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Yang menyebabkan berita ini kemudian menjadi gempar adalah karena berita WNI dipancung di Arab Saudi ini tanpa pengetahuan pemerintah.

Berikut kisah panjang Zaini Misrin (53), WNI dipancung di Arab Saudi. Pada tahun 1992, Zaini berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai supir secara legal melalui agen PT. Damas ATmaco. Bekerja sejak tahun 1992, Zaini ditangkap oleh pihak kepolisian Arab Saudi pada tahun 2004 karena tuduhan pembunuhan terhadap majikannya yakni Abdullah bin Umar As-Sindi. Penangkapan didasari atas laporan anak kandung majikannya.

Pada tahun 2009, Zaini mendapatkan pendampingan oleh KRI untuk melakukan banding dan Zaini memberikan keterangan bahwa dia dipaksa untuk mengakui perbuatan pembunuhan tersebut. Pada tahun 2015 Presiden Jokowi mengirimkan surat guna melobi Raja Salman untuk pembebasan Zaini dan kembali Presiden Jokowi mengirimkan surat pada tahun 2017 memohon untuk menunggu waktu eksekusi guna pencarian bukti baru. Hingga pada bulan Februari 2018 lalu, Zaini diijinkan untuk mengajukan pemanggilan saksi guna bukti pembelaan baru dan pada Maret 2018, Kuasa Hukum Zaini menyampaikan surat pemanggilan saksi dan memohon waktu untuk pengumpulan berkas. Namun pada 18 Maret 2018 lalu tepatnya pukul 11.30 waktu setempat, Zaini dieksekusi tanpa ada pemberitahuan kepada perwakilan RI. Zaini menambah daftar panjang WNI dipancung di Arab Saudi.