10 Tempat Wisata di Bukittinggi Sumatera Barat yang Wajib Anda Kunjungi

Daerah sekitar juga mendukung wisata di kota Bukittinggi yang wajib anda kunjungi. Kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia ini sangat menarik dikunjungi, bahkan sudah menjadi destinasi wisata dunia.

Tentunya lokasi wisata ini ada yang berlokasi menuju ke kota Bukittinggi atau satu jalur Padang-Bukittinggi. Inilah tempat wisata yang harus anda datangi jika datang ke kota Bukittinggi Sumatera Barat.

  1. Air Terjun di Lembah Anai.
    Lokasi air terjun terletak sebelah kiri dari kota Padang – Bukittinggi. Posisi yang sangat strategis sekali sebagai tempat wisata. Dengan ketinggian sekitar 35 meter yang merupakan aliran dari Sungai Batang Lurah dari Gunung Singgalang. Tempat wisata ini masih dikelilingi dengan hutan tropis yang sangat baik dan dilindungi. Sebagai cagar alam yang terjaga baik debit Air Terjun Lembah Anai ini masih selalu ada walau memasuki musim kemarau.

    Air yang sangat jernih dengan hamparan bebatuan mengelilingi lokasi air terjun ini cocok sekali untuk menikmati keindahan alam dan jalur kereta-api yang masih diperbaiki oleh instansi terkait anda bisa melakukan selfie dan welfie diatas jalur ini. Biaya tiket masuk IDR 1500 – IDR 5000 dan jika anda membawa kendaraan pribadi lahan parkir tersedia. Fasilitas disekitar lokasi wisata Air Terjun seperti toko aneka minuman. Anda dapat mandi disekitar lokasi wisata. Lokasi wisata akan ditutup jika memasuki musim hujan. Debit air akan meningkat dan akan tumpah ke jalan Padang – Bukittinggi. Sangat berbahaya bagi anda memasuki lokasi. Direkomendasikan untuk mendatangi lokasi wisata ini pada musim kemarau.

  2. Jam Gadang.
    Landmark nya kota Bukittinggi. Wisata di kota Bukittinggi ini sudah menjadi agenda wajib yang harus dikunjungi. Dan tentu anda juga bisa menaiki menara ini dengan menghubungi petugas yang menjadi menara.

    Pemandangan diatas menara Jam Gadang sangat indah sekali. Anda bisa melihat kota Bukittinggi, Gunung Singgalang, dan Gunung Merapi. Di lokasi Jam Gadang anda bisa melakukan banyak aktifitas seperti duduk di plaza dibawah pohon besar yang berhawa sejuk atau bahkan ber-selfie ria disekitar menara Jam.

    Biaya memasuki lokasi Jam Gadang gratis dan jika menaiki menara anda bisa langsung ke petugas penjaga untuk tarifnya. Untuk membawa kendaraan pribadi tersedia lahan parkir disekitar lokasi Jam Gadang. Untuk menunaikan solat fardhu tersedia juga Mesjid didekat Pasar Atas.

  3. Jembatan Limpapeh Bukittinggi.
    Jembatan yang menggantung diatas Jl Ahmad Yani di Kampung-Cina ini sangat menarik dilihat jika anda berada dibawah jalan. Posisi jembatan sangat mudah ditemui apabila anda dari Jam Gadang menuju ke kampung-cina sudah terlihat Jembatan Limpapeh terbentang.

    Fungsi jembatan ini sebagai penghubung anatara Taman Margasatwa dengan benteng Fort de Kock.

  4. Janjang Ampek Puluah – Tangga 40.
    Sebagai objek wisata di kota Bukittinggi, Janjang Ampek Puluah ini sudah dibangun di zaman Kolonial Belanda. Sebagai penghubung antara lingkungan sekitar dengan Pasar Atas maka Belanda membuat tangga ini untuk memudahkan koneksi kesemua akses.

    Jumlah tangga 40 sebutan dari semua penduduk lokal, secara keseluruhan jika dihitung dari pedesterian bawah melebihi angka 40.

  5. Benteng Fort de Kock Bukittinggi.
    Benteng Fort de Kock Bukittinggi dibangun oleh kolonial Belanda untuk mempertahan posisi pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama pada masa Perang Paderi tahun 1821-1837 di kota Bukittinggi.

    Sejarah terbentuknya benteng Fort de Kock ini adalah saat Belanda menduduki daerah Sumatera Barat benteng ini sebagai pertanda bahwa terjadinya perluasaan kekuasaan Belanda di Bukittinggi dan kota Pasaman. Belanda sangat cerdik sekali menduduki Sumatera Barat dengan memanfaatkan konflik internal yang terjadi antara kaum adat dan kaum agama. Belanda membantu kaum adat dengan menekan kaum agama sehingga terjadi Perang Paderi yang berlangsung cukup lama yaitu 1821-1837.

    Setelah direnovasi oleh Pemerintah Daerah Kota terjadi perubahan menjadi lokasi wisata taman di Kota Bukittinggi dan Taman Burung. Dengan ketinggian 20 m benteng ini dilengkapi dengan meriam yang diteduhi oleh beberapa pohon rindang disekitar benteng Fort de Kock.

  6. Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan.
    Wisata di kota Bukittinggi ini terletak di Bukit Cubadak Bungkuak yang merupakan kebun binatang yang tertua di Indonesia. Dibangun pada tahun 1900 an ini dengan nama Storpark {kebun bunga}. Pembangunan taman ini dirancang oleh Granvenzande seorang Controleur Belanda yang bekerja pada waktu itu. Awalnya sebagai taman kemudian ditambah beberapa koleksi hewan pada tahun 1929 menjadi Fort de Kocksche Dieren Park.

    Seiring berjalannya waktu dibangunlah Rumah Adat Baanjuang pada tahun 1935 untuk mempercantik daerah taman. Pada tahun 1995 melalui Perda menjadi Taman Margasatwa dan Budata Kinantan.

    Untuk Rumah Adat baanjung anda juga dapat melihat beberapa peralatan pertanian yang digunakan oleh masyarakat pada waktu itu serta beberapa koleksi lainnya seperti pakaian adat, pelamian Minangkabau, seta beberapa uang kuno. Jika anda ingin mengunjungi benteng Fort de Kock anda dapat menggunakan Jembatan Limpapeh yang menghubungkan ke lokas tersebut.

    Biaya tiket masuk IDR 5000, dan hari libur IDR 8000. Jika anda membawa kendaraan pribadi tersedia lahan parkir disekitar lokasi pasar atas. Untuk menunaikan solat fardhu tersedia Mesjid dipintu masuk Taman Margasatwa.

  7. Pasar Atas dan Pasar Bawah Bukittinggi.
    Jangan lewatkan untuk mengunjungi kedua pasar ini. Kedua pasar ini terletak diatas dan dibawah kota Bukittinggi. Dilokasi ini anda akan banyak sekali menemukan beraneka ragam pilihan dimulai dari oleh-oleh khas Minangkabau, makanan khas nasi kapau, songket, ataupun souvenir. Lokasi ini cukup lengkap termasuk tempat penjualan elektronik juga ada di pasar ini.

    Lokasi ini sebagai lokasi perdagangan yang penting di kota Bukittinggi. Semua kebutuhan sehari-hari juga tersedia begitu juga dengan kebutuhan wisata di kota Bukittinggi juga mereka sediakan. Berankearagam jumlah barang yang tersedia cukup membuat wisata anda lengkap dengan membawa barang yang telah anda beli sebagai oleh-oleh atau hanya sekedar mencicipi makanan asli dari Minangkabau.

  8. Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
    Museum ini adalah tempat kelahiran Pahlawan Proklamasi kita yaitu Bung Hatta. Dengan luas sekitar 1.000 m2 ini telah dilakukan renovasi pada tahun 1994 dengan Universitas Bung Hatta Padang sebagai cagar budaya untuk seni dan budaya di kota Bukittinggi.

    Sejarah rumah ini adalah tempat kelahiran seorang proklamator sampai berumur 11 tahun. Beliau meneruskan pendidikannya di MULO (Meer Uitgebred Lager Onderwijs) atau setara dengan SMP. Revitalisasi rumah kelahiran Bung Hatta ini masih mengutamakan keaslian serta koleksi yang ada didalam rumah. Semua letak koleksi sesuai dengan waktu Bung Hatta tiggal di rumah ini.

  9. Panorama – Ngarai Sianok.
    Lokasi panorama Ngari Sianok terletak di perbatasan kota Bukittinggi dengan kecamatan IV koto, Agam. Lembah ini terbentang dan berkelok dimulai dari Ngarai Koto Gadang sampai ke Sianok Anam Suku. Pemandangan yang masih natural ini harus anda kunjungi.

    Dengan kedalaman jurang sampai dengan 100 m ini mempunyai panjang sekitar 15 km dan lebar 200 m. Termasuk patahan di Pulau Sumatera. Pada zaman Belanda disekitar Ngarai ini banyak ditemukan kerbau liar yang berkeliaran disekitar ngarai.

    Jika anda ingin mengarungi Batang Sianok dapat dilakukan dengan menggunakan Kano atau Kayak tetapi harus dikoordinir oleh organisasi olahraga air. Rutenya dari nagari Lambah sampai ke Jorong Sitingkai Palupuh selama 3,5 Jam. Tentu flora dan fauna disini cukup banyak termasuk bunga raflessia.

  10. Lobang Jepang Bukittinggi.
    Wisata penting di kota Bukittinggi adalah Lobang Jepang. Objek wisata ini merupakan sebuah terowongan dibawah tanah yang dibangun pada tahun 1942 untuk kepentingan militer Jepang serta pertahanannya. Lobang Jepang ini dibangun untuk tempat gudang peralatan militer Jepang tetapi juga mempunyai fungsi lain seperti tempat pengintaian, tempat penyergapan, serta penjara.

    Proses pembuatan Lobang Jepang ini menggunakan tenaga manusia pada masa Romusha atau kerja paksa. Tenaga kerja yang terlibat pengerjaan ini dari daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Dengan kokohnya bangunan ini tidak terlepas dari jenis tanah yang tercampur dengan air akan menjadi kuat. Buktinya terjadinya gempa pada tahun 2009 silam tidak banyak rusak strutur penting didalam terowongan. Hal yang sangat penting untuk diketahui bahwa dengan bentuk terowongan seperti ini jika terjadi aktifitas penembakan yang terjadi didalam tidak akan mengeluarkan suara sampai pintu keluar pada saat Jepang.

    Lubang Jepang ini menjadi magnet wisata di kota Bukittinggi untuk semua wisatawan. Objek wisata ini dibuka pada tahun 1984 dengan mempunyai beberapa pintu keluar yang terletak dibeberapa pintu di termasuk Ngarai Sianok. Biaya tiket IDR 6000 apabila ingin menggunakan pemandu wisata Lobang Jepang dikenakan biaya tambahan IDR 20.000. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi tersedia lahan parkir yang cukup luas.

Demikian artikel yang bisa kami paparkan dan rangkum tentang 10 Tempat Wisata di Bukittinggi Sumatera Barat yang Wajib Anda Kunjungi yang bisa anda jadikan sebagai referensi untuk anda dan keluarga saat ingin liburan. Terimakasih telah berkunjung dan membacanya.