Sehat Mana, Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau?

Beriwarta – Sampai saat ini kebiasaan merokok masyarakat Indonesia masih sangat sulit untuk dihilangkan. Hampir sebagian besar pria melakukan kebiasaan merokok ini dalam kesehariannya. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan suatu cara yang jitu dan dijamin efektif untuk mencegah kebiasaan merokok dan mengurangi intensitas kebiasaan merokok pada pecandu rokok, pun walau sudah ditemukan rokok elektrik sekalipun.

Ya, dalam beberapa kurun waktu terakhir ini memang seringkali disebutkan bahwa rokok elektrik merupakan pengganti rokok tembakau yang paling baik karena dianggap menghasilkan uap yang tidak terlalu menimbulkan resiko pada orang yang merokok tersebut. Namun benarkah rokok elektrik benar – benar sehat? Dan lebih sehat mana antara rokok elektrik atau rokok tembakau sebenarnya?

Fakta Rokok Elektrik Vs Rokok Tembakau
Walau diklaim rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau, faktanya tidak demikian. Menurut dr. Nauki Kunugita yang juga merupakan seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogenik yang dapat berpotensi mengaktifkan sel kanker dalam tubuh pecandunya.

Selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan , Yoga Aditama juga turut memberikan keterangan didalam siaran persnya bahwa pada larutan nikotin yang terdapat didalam suatu rokok elektrik memiliki komposisi yang berbeda – beda dan secara umum terdiri atas 4 jenis campuran. Namun semua jenis campuran tersebut mengandung nikotin, propilen dan kandungan glikol yang tentu memiliki dampak kurang baik pada kesehatan.

Hal yang sama dengan pernyataan yang berbeda juga turut dikemukakan oleh CNN Indonesia. CNN Indonesia turut mengatakan bahwa bahaya vape atau rokok elektrik termasuk dapat menyebabkan terjadinya keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian pada anak. Tidak hanya rokoknya yang berbahaya akan tetapi uap yang terhirup juga menimbulkan suatu serangan asma, sesak nafas dan batuk yang tentunya memberikan dampak bahaya bagi mereka yang menderita gagal jantung, disorientasi, kejang, serangan asma, hipotensi, dan sebagainya. Jadi memang bisa dikatakan bahwa sampai saat ini tak ada fakta yang benar – benar membuktikan rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau.

Fakta lain tentang rokok elektrik yang juga dikemukakan sebagai berikut :

  • Kandungan suatu zat berbahaya seperti halnya Tobacco Specific Nitrosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG) dan karbon monoksida dapat ditemukan dalam cairan yang ada di rokok elektrik.
  • Rokok elektrik faktanya merupakan suatu rokok dengan kandungan zat yang dapat meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi secara lebih signifikan yang berpotensi untuk mengganggu kesehatan.
  • Rokok elektrik berpotensi memberikan suatu efek akut pada paru yaitu terdapatnya kadar nitrit oksida udara ekshalasi menurun dengan angka yang signifikan serta tahanan jalan napas yang mengalami suatu peningkatan sangat signifikan. Hal yang sama juga diberikan oleh rokok tembakau.

Itulah informasi yang Anda perlu tahu tentang rokok elektrik dan rokok tembakau. Jika memang berkenan, Anda bisa menghindari keduanya dan upayakan mulailah menjalani pola hidup yang jauh lebih sehat.

This page needs javascript enabled !