Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Melakukan Cardiotography (CTG)

Ibu hamil pernah diminta oleh dokter untuk melakukan CTG? Eits, tenang dulu bunda jangan terlalu khawatir berlebihan ya! Pun jika Anda diminta melakukan CTG pastinya dokter memiliki alasan mengapa Anda diminta melakukannya. CTG sendiri merupakan suatu alat yang digunakan dalam rangka memantau denyut jantung janin dan juga kontraksi rahim ketika bayi masih berada didalam kandungan.

Alat CTG ini biasanya digunakan untuk melihat ada atau tidaknya gangguan pada bayi sebelum atau selama proses persalinan berlangsung. Sehingga jika pun memang ada perubahan pada denyut jantung janin atau kontraksi rahim yang terjadi pada ibu hamil, dokter dan juga bidan perlu waspada serta sekaligus memberikan suatu pertolongan sesegera mungkin. Lantas biasanya kapan waktu yang tepat dianjurkan melakukan CTG dan bagaimana cara kerjanya?

Waktu yang Tepat Melakukan CTG Dan Cara Kerjanya

Jika memang tidak ada faktor resiko atau gangguan tertentu pada kehamilan dan persalinan, pada umumnya dokter tidak akan menganjurkan untuk melakukan CTG. CTG diperlukan jika ibu hamil mengalami suatu kondisi yang dianggap dapat membahayakan persalinan atau bayi yang sedang berkembang didalam rahim. Biasanya ibu hamil yang mengalami kondisi diabetes dan tekanan darah tinggi dianjurkan melakukan CTG.

Selain itu, biasanya CTG juga dilakukan secara berkala jika memang ibu hamil mengalami beberapa kondisi berikut ini seperti :

  • Ibu hamil mengalami masalah seperti demam tinggi
  • Adanya pendarahan ketika persalinan sedang berlangsung
  • Mengalami infeksi seperti HIV, hepatitis A, B atau C.
  • Kehamilan dengan bayi kembar
  • Adanya suatu masalah pada air ketuban termasuk jumlah, warna dan juga aroma.
  • Kehamilan yang terjadi secara sungsang
  • Pergerakan janin yang tidak teratur dan cenderung melemah
  • Diperkirakan mengalami gangguan pada plasenta
  • Mengalami ketuban pecah dini

CTG juga merupakan suatu prosedur yang sangat penting dilakukan untuk mengukur Braxton Hicks atau kontraksi palsu dan mengantisipasi kontraksi asli pada ibu hamil yang telah melewati kehamilan trimester ketiga namun belum juga ada tanda – tanda melahirkan.

Ketika CTG akan digunakan pada ibu hamil, biasanya sebelum CTG dipasang akan dioleskan gel lebih dulu pada perut ibu hamil agar signal dapat tertangkap dengan baik. Sabuk ini juga kemudian akan dihubungkan pada suatu mesin yang nantinya menerjemahkan signal yang diterima secara langsung oleh suatu piringan. Dalam rangka untuk mendeteksi denyut jantung janin, CTG menggunakan suatu gelombang suara. Berbeda halnya dengan denyut jantung orang dewasa yang berada pada rentang sekitar 60 – 100 kali per menit karena rata – rata denyut jantung janin dalam rahim sekitar 110 – 160 kali per menit.

Itulah informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukan CTG pada ibu hamil dan bagaimana prosedur melakukannya. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

This page needs javascript enabled !